Suara.com - Seekor beruang kutub tiba-tiba masuk ke daerah perkemahan di dekat Longyearbyen di kepulauan Arktik Svalbard, Norwegia dan mengamuk. Menyadur The Guardian, Sabtu (29/08/2020) satu orang tewas akibat serangan ini.
Juru bicara kantor gubernur Svalbard mengatakan bahwa polisi mendapat laporan sekitar jam 4 pagi tentang serangan beruang kutub di lokasi perkemahan.
Satu orang terluka parah akibat serangan itu dan beruang kutub yang mengamuk terpaksa ditembak mati oleh orang-orang yang berada di tempat kejadian.
"Polisi diberitahu pada pukul 3.50 pagi bahwa seseorang di perkemahan diserang oleh beruang kutub. Beruang itu ditembak oleh orang di tempat dan berjalan menuju bandara, yang terletak di dekatnya," kata asisten gubernur Sølvi Elvedahl.
Elvedahl melanjutkan, pihaknya tak mengetahui apakah penjaga beruang ada di lokasi perkemahan saat peristiwa itu terjadi. "Itu akan menjadi bagian dari investigasi. Kami berada di wilayah beruang dan beruang kutub berbahaya bagi manusia."
Enam orang lainnya tinggal di tenda-tenda di lokasi perkemahan ketika serangan itu terjadi. Perkemahan tak mengizinkan para tamu membawa senjata api di lokasi.
Ia juga tidak menyarankan alarm atau penggunaan suar sebagai pencegah beruang selama musim panas, masa ketika beruang lebih jarang mendekati lokasi perkemahan.
Pemilik perkemahan juga baru-baru ini membeli pagar listrik untuk melindungi situsnya dari serangan beruang kutub yang berbahaya.
Serangan ini terjadi setelah penampakan beruang muncul baru-baru ini di sekitar Svalbard. Seekor beruang betina dengan anak-anaknya sudah dipindahkan, sedangkan pada Selasa malam dua beruang diamati di dekat Longyearbyen.
Baca Juga: Menyedihkan, Populasi Beruang Kutub Diprediksi Punah pada 2100
Menurut koran lokal Svalbardposten, para peneliti di pusat lapangan universitas setempat, Unis, menghindari bermalam di tenda-tenda dekat garis pantai juga lokasi perkemahan, karena beruang kutub lebih sering terlihat belakangan ini.
Minggu ini, diperkirakan ada lebih dari 200 pengunjung yang bermalam di hotel dan wisma di Svalbard.
Longyearbyen adalah pemukiman utama di kepulauan Arktik Svalbard Norwegia, yang berjarak sekitar 500 mil atau 800 km di utara daratan Norwegia.
Kematian akibat beruang kutub memang tak banyak, yaitu lima korban jiwa yang tercatat di daerah ini sejak tahun 1971. Namun pihak berwenang selalu memperingatkan para pelancong tentang risiko beruang kutub.
Sebuah situs web mengatakan beruang dapat muncul di mana saja di Svalbard dan mendesak orang untuk menjauh sejauh mungkin untuk menghindari situasi yang bisa berbahaya.
Svalbard dipenuhi dengan peringatan tentang beruang kutub. Pengunjung yang memilih tidur di luar ruangan menerima peringatan keras dari pihak berwenang. Staf yang bekerja di lokasi perkemahan juga memiliki senjata api untuk langkah pencegahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439