Suara.com - Jaya, pekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, tewas setelah terjatuh saat bekerja, Minggu (30/8/2020) sekitar pukul 08.30 WIB.
Diduga korban terjatuh karena tidak mengenakan tali pengaman.
Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang Parlaguran Silalahi mengatakan korban merupakan tenaga kerja baru di kawasan itu.
"Korban bernama Jaya. Usianya 44 tahun asal Kabupaten Meranti, Provinsi Riau," ujar Monang seperti dikutip dari batamnews.co.id - jaringan Suara.com.
Dari laporan yang diterima, saat itu korban yang merupakan pekerja subkontraktor (subkon) PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) ini bersama tiga rekannya naik ke lantai 4 bangunan. Mereka hendak mengerjakan plaster dinding.
Namun dari 4 orang itu hanya 3 orang yang mengenakan helm dan tali pengaman. Sedangkan korban tidak menggunakannya.
"Rekannya sudah mengingatkan namun korban tidak menghiraukannya," jelasnya.
Beberapa menit bekerja melaster dinding bangunan, rekan korban mendengar suara benda jatuh. Ketika dilihat ternyata yang jatuh adalah korban.
Lantas korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun ditengah perjalanan korban menghembuskan napas terakhirnya. Karena mengalami pendarahan serius di bagian kepalanya.
Baca Juga: Karimun Terancam Tenggelam JIka 448 Ton Amonium Nitrat di Bea Cukai Meledak
"Nyawa korban tak dapat diselamatkan karena luka di bagian kepala," katanya.
Hingga kini tiga rekan korban telah dimintai keterangan dan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Polsek Gunung Kijang.
Berita Terkait
-
Karimun Terancam Tenggelam JIka 448 Ton Amonium Nitrat di Bea Cukai Meledak
-
Bea dan Cukai Kepri Timbun 448 Ton Amonium Nitrat, Rawan Meledak
-
Begini Nasib Belasan Penjemput Paksa Jenazah Positif Covid-19 di Batam
-
Maju Lagi Jadi Petahana, Gubernur Kepri Isdianto Cuti 26 September
-
Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau Isdianto Positif Corona
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan