Suara.com - Rumah kuno berumur 200 tahun dan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kelurahan Parit Padang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, roboh.
Salah satu penyebab rumah itu roboh karena kurang pemeliharaan oleh pemiliknya.
Pemilik bernama Eko di Sungailiat mengatakan rumah dibangun sejak 200 tahun lalu roboh karena termakan usia dan kurang pemeliharaan.
"Kami dari pihak keluarga sangat disayangkan rumah kenangan peninggalan keluarga harus roboh termakan usia, meskipun pemerintah daerah sudah dipasang plang sebagai benda cagar budaya," jelasnya.
Eko mengakui kalau pihak keluarga sengaja tidak menghibahkan rumah kuno berdesain panggung dengan material fisik didominasi kayu tua itu ke pemerintah daerah karena memegang wasiat dari keluarganya dahulu agar tidak boleh dijual kesiapapun.
"Kami pernah mengajukan permohonan ke pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan, namun pemerintah daerah tidak dapat melakukan permohonan tersebut sebelum rumah kuno itu dihibahkan untuk menjadi aset pemerintah daerah," jelasnya.
Karena ketentuan aturan, kata dia, pemerintah daerah hanya membantu biaya kebersihan sebesar Rp200 ribu per bulan. Rumah kuno yang roboh pada Minggu (30/8), siang hari, tindak menelan korban tersebut sengaja di kosongkan sejak tahun lalu karena kondisi fisik sudah rapuh dan dianggap tidak layak huni.
"Pihak kelurga sepakat, lahan rumah kuno akan dijadikan area pakir kendaraan jamaah masjid karena letaknya tepat bersebalahan dengan masjid Jami Parit Padang," katanya. (Antara)
Baca Juga: Ada Temuan Baru Lagi di Situs Peninggalan Belanda di Kota Bekasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri