Suara.com - Rumah tua berusia 200 tahun di Bangka Belitung roboh. Rumah tua itu merupakan cagar budaya di Kelurahan Parit Padang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rumah itu roboh karena kurang pemeliharaan oleh pemiliknya.
Menurut pemilik rumah kuno itu, Eko, rumah dibangun sejak 200 tahun lalu roboh karena termakan usia dan kurang pemeliharaan.
"Kami dari pihak keluarga sangat disayangkan rumah kenangan peninggalan keluarga harus roboh termakan usia, meskipun pemerintah daerah sudah dipasang plang sebagai benda cagar budaya," jelasnya di Sungailiat, Senin (31/8/2020).
Dikatakan, pihak keluarga sengaja tidak menghibahkan rumah kuno berdesain panggung dengan material fisik didominasi kayu tua itu ke pemerintah daerah karena memegang wasiat dari keluarganya dahulu agar tidak boleh dijual kesiapapun.
"Kami pernah mengajukan permohonan ke pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan, namun pemerintah daerah tidak dapat melakukan permohonan tersebut sebelum rumah kuno itu dihibahkan untuk menjadi aset pemerintah daerah," jelasnya.
Karena ketentuan aturan, kata dia, pemerintah daerah hanya membantu biaya kebersihan sebesar Rp200 ribu per bulan. Rumah kuno yang roboh pada Minggu (30/8/2020), siang hari, tindak menelan korban tersebut sengaja di kosongkan sejak tahun lalu karena kondisi fisik sudah rapuh dan dianggap tidak layak huni.
"Pihak kelurga sepakat, lahan rumah kuno akan dijadikan area pakir kendaraan jamaah masjid karena letaknya tepat bersebalahan dengan masjid Jami Parit Padang," katanya. (Antara)
Baca Juga: Rumah Kuno Berumur 200 Tahun di Bangka Roboh, Pemilik: Termakan Usia
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji
-
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP Suami Dwi Sasetyaningtyas
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina
-
PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri
-
Sopir Toyota Calya Ugal-Ugalan di Jakarta Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Urine
-
Warga Jakarta dengan Luas Rumah di Bawah 70 Meter Bisa Dapat Toren Gratis dari PAM JAYA
-
Betawi di Era Digital: Pemuda Diminta Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3