News / Internasional
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:25 WIB
Amerika Serikat melancarkan serangan militer baru terhadap target milik Iran di tengah eskalasi konflik di kawasan Teluk. [Reuters]
Baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target Iran di Selat Hormuz pada Jumat malam sebagai tindakan balasan.
  • Operasi tersebut dilakukan karena Iran menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy yang menyebabkan kerusakan dan hilangnya awak.
  • Iran menutup Selat Hormuz bagi pelayaran internasional sebagai respons atas intervensi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Suara.com - Amerika Serikat melancarkan serangan militer baru terhadap target milik Iran di tengah eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Operasi ini dilakukan oleh United States Central Command sebagai respons atas serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

Serangan terbaru terjadi pada Jumat malam waktu setempat, menjadi operasi ketiga dalam beberapa hari terakhir.

Aksi tersebut diperintahkan langsung oleh pemerintah AS sebagai balasan atas serangan Islamic Revolutionary Guard Corps terhadap kapal kargo berbendera Siprus, M/V GFS Galaxy.

Menurut militer AS, kapal tersebut mengalami kerusakan serius setelah kebakaran di ruang mesin.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Insiden itu juga menyebabkan satu awak sipil dilaporkan hilang.

Washington sebelumnya telah memberi ultimatum kepada Teheran untuk menghentikan serangan terhadap kapal komersial.

Namun, tidak ada respons positif dari Iran, yang justru meningkatkan ketegangan dengan menutup jalur pelayaran strategis tersebut.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Baca Juga: Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melintasi wilayah ini, menjadikannya titik krusial bagi stabilitas ekonomi internasional.

Pihak Iran melalui media resmi menyatakan penutupan selat dilakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Tidak ada kapal yang diizinkan melintas sampai intervensi AS dihentikan,” demikian pernyataan yang dikutip dari otoritas setempat.

AS menegaskan akan memberikan biaya tinggi atas setiap ancaman terhadap pelayaran internasional.

“Keamanan jalur laut dan perlindungan perdagangan global adalah prioritas kami,” ujar juru bicara militer AS.

Di sisi lain, Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika tekanan militer terus berlanjut.

Mereka juga menolak sistem pelayaran bebas tanpa regulasi yang selama ini didorong oleh AS.

Load More