- Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target Iran di Selat Hormuz pada Jumat malam sebagai tindakan balasan.
- Operasi tersebut dilakukan karena Iran menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy yang menyebabkan kerusakan dan hilangnya awak.
- Iran menutup Selat Hormuz bagi pelayaran internasional sebagai respons atas intervensi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Suara.com - Amerika Serikat melancarkan serangan militer baru terhadap target milik Iran di tengah eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Operasi ini dilakukan oleh United States Central Command sebagai respons atas serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.
Serangan terbaru terjadi pada Jumat malam waktu setempat, menjadi operasi ketiga dalam beberapa hari terakhir.
Aksi tersebut diperintahkan langsung oleh pemerintah AS sebagai balasan atas serangan Islamic Revolutionary Guard Corps terhadap kapal kargo berbendera Siprus, M/V GFS Galaxy.
Menurut militer AS, kapal tersebut mengalami kerusakan serius setelah kebakaran di ruang mesin.
Insiden itu juga menyebabkan satu awak sipil dilaporkan hilang.
Washington sebelumnya telah memberi ultimatum kepada Teheran untuk menghentikan serangan terhadap kapal komersial.
Namun, tidak ada respons positif dari Iran, yang justru meningkatkan ketegangan dengan menutup jalur pelayaran strategis tersebut.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur energi paling vital di dunia.
Baca Juga: Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melintasi wilayah ini, menjadikannya titik krusial bagi stabilitas ekonomi internasional.
Pihak Iran melalui media resmi menyatakan penutupan selat dilakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Tidak ada kapal yang diizinkan melintas sampai intervensi AS dihentikan,” demikian pernyataan yang dikutip dari otoritas setempat.
AS menegaskan akan memberikan biaya tinggi atas setiap ancaman terhadap pelayaran internasional.
“Keamanan jalur laut dan perlindungan perdagangan global adalah prioritas kami,” ujar juru bicara militer AS.
Di sisi lain, Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika tekanan militer terus berlanjut.
Mereka juga menolak sistem pelayaran bebas tanpa regulasi yang selama ini didorong oleh AS.
Berita Terkait
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
-
Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat
-
Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah