Suara.com - Presiden Finlandia, Sauli Niinistö turut menyoroti kasus peracunan yang menimpa tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Dia mengecam penggunaan senjata kimia yang diduga untuk membungkam lawan politik.
uru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert menyebut Alexei Navalny diracun dengan racun saraf Novichok, sebagaimana dilaporkan Sputnik News.
Mengutip dari The Daily Mail, Novichok merupakan racun yang dikembangkan oleh Uni Soviet.
Racun tersebut diklaim lebih kuat dari senjata kimia lain, bahkan bisa menembus masker gas dan pakaian pelindung.
Novichok juga diketahui merupakan enis bahan kimia yang sama yang digunakan di Inggris untuk melawan mantan agen ganda Sergei Skripal.
Fakta itu diungkapkan Jerman setelah mereka menggelar tes di laboratorium milik militer, atas permintaan rumah sakit tempat Navalny dirawat.
Klaim tersebut lantas menimbulkan kecaman dari pemimpin dunia. Mereka, termasuk Niinistö, ramai-ramai meminta kasus itu untuk diusut.
"Kabar yang datang dari pemerintah Jerman hari ini tentang Alexei Navalny mengkhawatirkan," kata Sauli Niinistö dikutip dari situs resmi kantor Kepresidenan Finlandia, Kamis (3/9/2020).
"Penggunaan senjata kimia sangat mengejutkan. Penting bagi seluruh komunitas internasional untuk mendapatkan kejelasan sepenuhnya tentang apa yang terjadi," tambahnya.
Baca Juga: Merinding! Tidur di Belakang Rumah, Wanita Ini Tak Sengaja Telan Ular
Pernyataan Sauli Niinistö mendapat dukungan dari Carl Build, mantan perdana menteri Swedia yang juga Ketua Bersama Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa saat ini.
Dia memuji komentar Presiden Niinistös karena mungkin menjadi pemimpin Eropa pertama yang bereaksi terhadap berita tentang peracunan Navalny.
Navalny adalah tokoh oposisi Rusia yang kerap mengkritik pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Dia jatuh sakit setelah naik pesawat di Siberia bulan lalu.
Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, lewat Twitter, mengatakan pria 44 tahun itu jatuh sakit dalam penerbangan kembali ke Moskow dari kota Tomsk di Siberia pada Kamis, 20 Agustus lalu.
Pesawat yang ia tumpangi bahkan harus melakukan pendaratan darurat di kota Omsk dimana Navalny segera di bawa ke rumah sakit Siberia.
Para koleganya menilai Navalny telah diracun oleh pihak tertentu. Kira Yarmysh kepada stasiun radio Echo Moskvy menyebut racun itu dimasukan ke dalam teh yang diminum Navalny di kafe bandara.
Berita Terkait
-
Setelah Terbang ke Jerman, Raja Thailand Pulihkan Gelar Selir Sineenatra
-
Jerman Sebut Alexei Navalny Diracun Pakai Novichok
-
Begini Calon Motor Pengawal Vladimir Putin, Bentuknya Ngeri-Ngeri Sedap
-
Resmi Dibebaskan, Eks Selir Raja Thailand Diterbangkan ke Jerman
-
Obat Covid-19 Pertama Buatan Rusia Ini Siap Dipasok Warga Chili
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Curhat Warga Pinggir Rel ke Prabowo soal Relokasi: Asal Jangan Neko-neko dan Bukan Cuma Katanya
-
DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan
-
Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan
-
Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal
-
'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit