Suara.com - Berita duka datang dari kelompok imigran Rohingya yang ditolong Pemerintah Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh yang sebelumnya terdampar di kawasan Pantai Pantai Ujung Blang Kecamatan Banda Sakti pada Senin (7/9/2020) dini hari lalu.
Satu imigran perempuan etnis Rohingya bernama Nur Halimah meninggal dunia di tempat penampungan Kantor BLK Meunasah Mee Kandang pada Selasa (8/9/2020) sekira pukul 18.30 WIB.
Dilansir dari Modusaceh.co-jaringan Suara.com, gadis berusia 21 tahun tersebut kemudian dievakuasi ke RSU Cut Mutia untuk menjalani pemeriksaan medis.
Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki membenarkan berita duka tersebut. Dia mengemukakan, Nur Halimah sempat terjatuh di dalam kamar mandi tempat penampungan tersebut.
Kemudian, petugas dan masyarakat memberikan pertolongan dengan membawanya ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
Setelah dirawat dan pulih, Nur Halimah dibolehkan pulang ke tempat penampungan Kantor BLK Meunasah Mee Kandang.
Namun tak lama berselang, Nur Halimah kembali sakit sesak hingga meninggal dunia dalam posisi tidur di penampungan setempat.
Dia kesulitan bernafas, lantaran memiliki riwayat sakit sesak nafas, terlebih setelah kelelahan melakukan perjalanan panjang di lautan hingga terdampar di Aceh.
Bahkan sejak kali pertama menginjakan kaki di Kota Lhokseumawe, penyakit Nur Halimah mulai kambuh dan sering muntah serta kesulitan bernafas.
Selain itu, Marzuki menyebut, saat ini masih ada dua warga Rohingya lain yang menderita sakit dan masih menjalani perawatan medis kesehatan di RSU Cut Mutia.
Baca Juga: Terombang-ambing 7 Bulan di Laut, 295 Imigran Rohingya Terdampar di Aceh
“Kondisi kesehatan warga Rohingya sangat buruk sejak pertama kali terdampar di Kota Lhokseumawe. Mereka semuanya kelelahan berat karena perjalanan panjang di lautan. Satu warga Rohingya meninggal dunia. Dua lainnya sedang dirawat di RSU Cut Mutia,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 295 imigran Rohingya kembali terdampar di Pantai Ujung Blang Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada Senin (7/9/2020) dini hari.
Ratusan imigran tersebut sebelumnya sempat terombang-ambing di laut lepas tanpa makanan yang cukup.
Untuk menyelamatkan mereka, sejumlah kapal nelayan dan KRI TNI AL tampak melintas di tepi Pantai Selat Malaka di kawasan setempat. Mereka menggitari satu kapal yang mengangkut muatan melebihi kapasitas.
Geusyik atau Kepala Desa Ujung Blang Munir Cut Ali menjelaskan, dari jumlah 295 penumpang tersebut terdiri dari 100 laki-laki, 181 wanita dan 14 anak-anak.
“Awalnya kami melihat boat mereka mendekati tepi Pantai Ujong Blang, kemudian kami menggiringnya untuk bisa menepi ke pesisir,” ujarnya seperti dilansir Modusaceh.co-jaringan Suara.com pada Selasa (8/9/2020).
Ratusan etnis Rohingya tersebut turun sendiri dari kapal yang mereka gunakan tersebut. Kemudian menepi di pondok yang ada di tepi Pantai Ujong Blang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!