News / Metropolitan
Rabu, 09 September 2020 | 14:39 WIB
Roni (35) perantau asal Cirebon, Jawa Barat memilih bekerja menjadi pengamen manusia silver di Jalan KH. Noer Ali, Bekasi Barat.

Suara.com - Keberadaan manusia silver di DKI Jakarta kian marak dan dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat. Pemerintah Kota Jakarta Timur gencar lakukan razia sejak Senin (7/9/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Timur, Buddy Novian menilai, sudah sejak lama fenomena kemunculan manusia silver meresahkan warga. Pengaduan pun banyak masuk ke pihaknya terkait hal tersebut.

"Jadi prinsipnya orang kan tidak boleh memungut atau mengemis di sarana umum. Baik di lampu merah pokonya sarana umum. Jadi fenomenanya (manusia silver) menganggu ketertiban. Mendatangi mobil berhenti, lampu merah," kata Buddy kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Buddy mengatakan, fenomena manusia silver juga dikhawatirkan pihaknya menjadi modus baru dalam melakukan tindakan kejahatan.

Selain manusia silver, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap pengamen hingga ondel-ondel keliling. Menurutnya, penindakan atau razia akan dilakukan di seluruh kecamatan di Jakarta Timur.

Sementara itu, terkait akar masalah mengapa keberadaan manusia silver semakin marak dan menjadi fenomena baru, Buddy enggan menanggapi.

Menurutnya, hal itu menjadi wewenang dinas sosial.

"Ya itu yang kita serahkan ke dinas Sosial. Dinas sosial yang bisa mendalami," tandasnya.

Baca Juga: Karyawan Positif Corona, Pemkot Jaktim: Khong Guan Tak Melanggar

Load More