Suara.com - Kondisi perekonomian global bila pandemi telah usai perlu diwaspadai, antara lain terkait adanya potensi masuknya gelombang pasokan berbagai produk impor dari berbagai negara maju yang bisa mengancam beragam produk nasional, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima.
"Pasca-Covid-19 nanti akan ada ledakan oversupply (pasokan berlebih) di negara-negara produsen yang sangat mengancam produk-produk nasional," kata Aria Bima dalam pernyataan tertulis, Rabu (9/9/2020).
Menurut dia, diproyeksikan adanya pergerakan pasokan berlebih dari produk asing. DPR juga telah mengundang berbagai asosiasi dunia industri guna membahas hal tersebut.
Untuk menahan hal itu sekaligus memperkuat produk dalam negeri, ia berpendapat bahwa dibutuhkan adanya kebijakan produk berupa peraturan atau undang-undang yang mendukung.
Apalagi, kata dia, permasalahan daya saing produk ketika pandemi nanti berakhir tentu harus dapat menguntungkan produk dari UMKM dan IKM yang disebutnya sebagai penolong perekonomian kerakyatan.
"Bentuk pengaturan-pengaturan yang bisa memperlambat proses masuknya barang-barang pasca-Covid-19 ini yang penting, sekaligus bagaimana kita melihat berbagai hal perasaan-perasaan daya saing dengan cost production yang terus kita hitung," kata Aria.
Ia menegaskan Komisi VI telah berkomitmen agar pasca-Covid-19, Indonesia harus menjadi bangsa berdaulat terhadap kebutuhan produk dalam negeri.
Sebelumnya, Ketua Komite Anti Dumping Indonesia Bachrul Chairi mengatakan banyak negara memberlakukan hambatan impor di tengah kondisi pandemi Covid-19 sehingga upaya peningkatan ekspor akan sulit dilakukan.
Sejumlah pasar tujuan ekspor andalan Indonesia seperti AS, Cina, Singapura dan Eropa yang mengalami kontraksi ekonomi dipastikan akan melakukan perlindungan bagi industri dalam negerinya dan melakukan hambatan impor.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Oxford Bermasalah, Ini 5 Kandidat Vaksin Potensial Lainnya
"Artinya pasar internasional berkurang maka upaya semua negara untuk meningkatkan ekspor memang agak sulit," kata Bachrul Chairi dalam webinar bertajuk "Mengukur Dampak Stimulus Ekonomi Terhadap Kegiatan Ekspor Impor Di Masa Pandemi Covid-19."
Bachrul menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 telah mengubah pola perdagangan global yang tadinya berpusat di Cina kini menyebar ke sejumlah negara. Indonesia pun mendapat imbas positif karena mendapat relokasi sejumlah industri.
Pandemi juga disebutnya membuat biaya logistik meningkat. Pasalnya, implementasi prosedur Covid-19 membuat biaya meningkat sementara jumlah barangnya menurun karena daya beli yang juga turun.
Di sisi lain, kata Bachrul, meski Indonesia tergabung dalam sejumlah kesepakatan perdagangan internasional, saat ini banyak negara yang meninggalkan kesepakatan tersebut dan kembali menerapkan hambatan perdagangan.
"Ini tentu akan menyebabkan ancaman baru secara global. Resesi global kemungkinan tidak bisa kita elakkan," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan