Suara.com - Seorang wanita berusia 86 tahun diperkosa oleh seorang pria di daerah terpencil di wilayah Chhawla, Delhi, India oleh seorang pria dengan dalih memberikan tumpangan.
Menyadur Indian Express, Rabu (9/9/2020) insiden itu terjadi pada Senin (7/9) malam ketika wanita tua itu dalam perjalanan ke desa terdekat.
Dalam perjalanan, dia kebetulan bertemu dengan pelaku yang menawarkan tumpangan dengan kendaraan roda dua, kata seorang perwira polisi senior.
Dengan dalih membawanya dengan selamat di tempat tujuan, pelaku justru membawanya ke lapangan terpencil dan memperkosanya.
Terdakwa Sonu (37) yang bekerja sebagai tukang ledeng, adalah penduduk Rewla Khanpur kemudian langsung ditangkap oleh warga di sekitar tempat kejadian setelah korban berteriak minta tolong.
Wakil Komisaris Polisi (Dwarka) Santosh Kumar Meena berkata, "Sebuah kasus berdasarkan pasal 376 (pemerkosaan) IPC telah didaftarkan dan terdakwa ditangkap."
Pemeriksaan kesehatan terhadap korban sudah dilakukan dan sudah diminati keterangannya. Wanita tersebut juga sudah keluar dari rumah sakit pada hari Selasa (8/9).
Sementara itu, Komisi Wanita Delhi (DCW) menyebut insiden tersebut sebagai kasus yang sangat mengkhawatirkan.
Menurut keterangan korban kepada DCW, dia sedang menunggu tukang susu sekitar pukul 5 sore waktu setempat pada hari Senin.
Baca Juga: Gaptek, Pencuri Ini Kembalikan Smartphone ke Pemiliknya
Ketika itu pelaku datang dan mengatakan kepadanya bahwa tukang susu tidak akan datang hari itu, dan bahwa dia akan membawanya ke tempat dia bisa mendapatkan susu.
Dia malah membawa wanita itu ke sebuah lapangan dan kemudian secara brutal memperkosanya, katanya.
"Wanita itu terus menangis dan memohon bahwa dia seusia dengan neneknya. Pelaku menyerangnya secara brutal ketika dia mencoba untuk melawan dan memperkosanya," jelas DCW.
Penduduk desa setempat bergegas ke tempat kejadian saat mendengar tangisan wanita itu. Mereka menangkap pelaku dan memanggil polisi.
Korban mengalami pendarahan dan trauma ekstrem. Penduduk setempat memanggil putranya dan polisi kemudian membawanya untuk pemeriksaan medis, kata DCW.
Laporan pemeriksaan medis mengungkapkan adanya sejumlah luka dan memar di tubuh wanita tersebut.
Kepala DCW Swati Maliwal dan anggota panel Vandana Singh bertemu dengan korban pada hari Selasa.
"Dari seorang gadis berusia enam bulan menjadi seorang wanita berusia 90 tahun, tidak ada yang aman di Delhi. Jenis trauma yang harus dihadapi perempuan ini dengan jelas menunjukkan bahwa pelaku kejahatan tersebut bukanlah manusia," buka Maliwal.
"Saya bertemu wanita itu, dia adalah wanita yang sangat pemberani. Kami akan memastikan dia mendapatkan keadilan. Kasus ini perlu ditelusuri dengan cepat dan keadilan harus diberikan dalam waktu enam bulan," kata Maliwal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius
-
Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek