Suara.com - Kejaksaan Agung RI mengaku tengah menyiapkan tahap dua pemberkasan penyidikan tersangka Jaksa Pinangki Sirna Kumalasari terkait kasus suap dari terpidana Djoko Tjandra.
"Yang tadi jelas terkait perkara Pinangki ini persiapan administrasi untuk kepentingan tahap dua. Tadi ketemu juga pembahasan rencana dakwaan, ya persiapan-persiapan itu lah untuk penyelesaian berkas Pinangki," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Dirtipidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2020).
Maka itu, pemeriksaan Pinangki hari ini, sekaligus menyusun surat dakwaan untuk Pinangki segera di sidang.
"Sehingga kepentingan administrasi itu mereka dipanggil," tutup Febrie.
Siang tadi, berdasarkan pantauan Suara.com, Jaksa Pinangki tiba di Gedung Bundar Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat memenuhi pemanggilan, Pinangki terlihat memakai jilbab warna hitam motif bunga dan menggunakan masker.
Namun, ketika turun dari mobil tahanan milik Kejagung, Jaksa Pinangki tak mau memberikan komentar kepada awak media.
Di hadapan kamera para jurnalis, Jaksa Pinangki hanya memberikan salam dengan cara mengepalkan kedua tangannya.
Di tempat yang sama, pengacara Pinangki, Jefrie Moses mengatakan, kedatangan kliennya itu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun Jefrie enggan menanggapi ketika ditanya awak media apakah berkas penyidikan tersangka Pinangki sudah dinyatakan lengkap.
"Ya, itu tanya mereka (penyidik Kejagung)," singkat Jefri.
Baca Juga: Beri Materi Supervisi, MAKI Minta KPK Dalami Istilah Bapakmu Bapakku
Untuk diketahui, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap terkait proposal fatwa Mahkamah Agung.
Mereka adalah Andi Irfan, Jaksa Pinangki Sirna Kumalasari dan Djoko Tjandra.
Dalam kasus ini, Andi dan Pinangki diduga berperan sebagai penerima suap. Sedangkan, Djoko ditetapkan tersangka sebagai pemberi suap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
-
Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa
-
AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz
-
Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi
-
Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin
-
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
-
Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia