Suara.com - Seorang pria di India tewas setelah berupaya mengambil ponselnya yang terjatuh ke dalam air saat selfie di pinggir waduk.
Menyadur Gulf News, Rabu (16/9/2020), R. Mukundam yang bekerja di proyek irigasi ditemukan tak bernyawa usai tenggelam di waduk Palahjhar, negara bagian Odisha.
Insiden bermula ketika pria berusia 22 tahun ini pergi ke kawasan waduk bersama dua orang rekannya pada Minggu (13/9).
Ketiganya sempat mandi sebelum akhirnya memutuskan untuk mengabadikan momen bersama melalui foto selfie.
Tak disangka, ponsel Mukundam tiba-tiba terjatuh ke dalam waduk saat ketiga pria ini berupaya mengambil swafoto.
Sontak, si empunya handphone langsung melompat ke waduk untuk menyelamatkan alat komunikasinya itu. Sementara, teman-temannya tetap berada di daratan.
Selang beberapa saat, insinyur ini tak kunjung muncul, yang kemudian membuat salah satu temannya menyusul melompat ke air untuk memastikan keadaanya.
"Mukundam melompat ke ait untuk menga,bul ponselnya. Ketika dia tidak kembali, salah satu temannya melompat tapi hampir hanyut dan diselamatkan oleh seorang nelayan," ujar pejabat kepolisian setempat, Jagannath Rao.
Tak kunjung ketemu, sambung Rao, petugas kebakaran pun dipanggil untuk membantu upaya pencarian.
Baca Juga: Dilarang Belajar oleh Ayahnya, Gadis Ini Tewas Tenggak Racun
Personel kebakaran dan regu penyelamat Odisha (ODRAF) langsung melakukan operasi pencarian begitu tiba di lokasi. Namun, hal ini tak membuahkan hasil, hingga malam hari korban belum juga diketahui keberadaannya.
Operasi pun sempat dihentikan saat malam lantaran terhalang pencahayaan. Barulah pada Senin (14/9), pencarian dilanjutkan hingga korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Korban berada di sekitar satu kilometer dari tempat awal ia terjun untuk mengambil ponselnya yang jatuh.
"Bulan lalu, dua anak laki-laki dari negara bagian Odisha juga tewas usai tergelincir ke air terjun Kapildhar di Nrusinghanath. Saat mengambil selfie, mereka terpeleset dan jatuh," imbuh Rao.
Sebuah studi terbitan Journal of Family Medicine and Primary pada 2018, mengungkap 259 kematian akibat selfie terjadi di seluruh duni dalam 137 insiden sepanjang Oktober 2011 hingga November 2017.
Dari total iu, 159 dilaporkan berasal dari India. Laporan Pusat Informasi Bioteknologi Nasional juga menyebut selfie membunuh orang lima kali lebih banyak ketimbang kecelakaan lainnya.
Meski berswafoto tidak berbahaya, masalah terletak pada saat orang nekat berpose di tempat berbahaya demi mendapatkan bidikan yang sempurna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Proyek Pengembangan Setu Babakan yang Berujung Jalan Berlumpur, Pedagang: Putar Balik Aja!
-
Soal Perbedaan Awal Ramadan, Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Bersikap Arif dan Bijaksana
-
Imlek 2026, 44 Warga Binaan Konghucu Terima Remisi Khusus
-
Waspada! Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Lebat dan Kilat Sore Ini
-
Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Sikapi dengan Dewasa
-
Mustahil Terlihat Hari Ini, Rukyatul Hilal di Jogja Diubah Jadi Ajang Edukasi
-
Imlek di Tanah Rantau: Harapan Kenji di Tahun Kuda Api dari Kelenteng Fuk Ling Miau Jogja
-
Naga Hingga Wajah Berubah! Intip Kemeriahan Festival Pecinan di TMII
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
-
Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?