Suara.com - Akun Instagram @in_medsos mengunggah sebuah video tentang perjuangan seorang OB yang membuat warganet merasa terharu.
Sebelum viral di Instagram, video tersebut lebih dahulu dipopulerkan oleh kreator TikTok @bondanprasetyo02.
"OB tersebut menjadi tulang punggung bagi keluarganya di kampung. Selama ini ia yang membiayai sekolah adik-adiknya," tulis @in_medsos sebagaimana dikutip Suara.com, Kamis (17/09/2020).
Dalam unggahan itu, terlihat seorang pemuda sedang bekerja menata tumpukan kertas yang sangat banyak.
Menurut si perekam, OB tersebut bahkan tidak pernah mengeluh serta tidak neko-neko buat dirinya sendiri.
Lebih mengharukan lagi, OB itu tidak memiliki handphone sehingga ia sulit untuk berkomunikasi dengan keluarganya di kampung.
Nampak pula dalam video itu, si OB pekerja keras tersebut terlihat taat dalam menjalankan perintah agamanya.
Setelah si OB salat, pembuat konten akhirnya memberi sebuah kejutan dengan menghadiahi sebuah handphone kepada OB yang sudah dua tahun bekerja tersebut.
"Kita samperin tempat dia istirahat," kata perekam sambil menunjukkan HP yang akan diberikannya.
Baca Juga: Dikecam! Video TikTok Ini Sebut Islam Agama yang Tidak Baik di Indonesia
Ketika hadiah diserahkan, OB berbaju kuning itu ternyata tengah tertidur di lantai dengan lelahnya.
"Gue lihat ekspresinya dia pas buka handphone sedih banget, gak kuat," lanjutnya.
Hingga artikel ini dibuat, unggahan @in_medsos tersebut telah dilihat sebanyak 11 ribu kali oleh warganet.
Begitu juga kolom komentarnya langsung diserbu antusias oleh warganet yang berkomentar.
"Perbuatan yang bermanfaat dan pemberiaan yang tepat guna, asah terus kepekaan dan peduli lingkungan, saya doakan semoga keberkahan selalu bersamamu," kata salah seorang warganet.
"Respect buat atasannya dan rekan-rekan kerjanya, solid terus dan semoga usahanya makin berkah, aamiin," timpal pemilik akun @_one****
Berita Terkait
-
Di Balik Konten Marah-Marah, TikToker 'Petantang Petenteng' Manda Curhat Kena Sihir Orang Terdekat
-
Perut Mendadak Membesar Bak Hamil, Tiktoker Ini Curhat Idap Kista Ovarium Akibat Sering Makan Seblak
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
7 Cara agar Kualitas Video TikTok Tidak Pecah dan Buram, Pengaturan Ini Sering Terlewat
-
Sosok di Balik Akun Anaknya Mas Joko, Konten Tutorial Sederhananya Panen Pujian
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439