Suara.com - Analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim mengatakan bahwa majority rules and minority rights -- mayoritas berkuasa dan hak-hak kaum minoritas -- adalah prinsip sangat mendasar dalam demokrasi-pluralis.
"Saya ingin mengingatkan Presiden Jokowi menang pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 berkat dukungan suara kaum minoritas. Terlihat jelas dari provinsi-provinsi dimana Jokowi unggul," kata Rustam Ibrahim.
Provinsi-provinsi yang sebagian besar penduduknya menjadi pendukung pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin, di antaranya Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah.
Tapi, menurut pendapat Rustam, tampaknya pemerintah Jokowi tidak cukup berusaha untuk melindungi kaum minoritas tersebut, terutama dalam kebebasan beribadah. "Jika masalahnya ada SKB 2 menteri, ubah dong SKB-nya," kata Rustam.
Pemerintah demokratis, kata Rustam, haruslah selalu dalam posisi melindungi dan membela kepentingan kaum minoritas dari kemungkinan tindakan diskriminatif dari kaum mayoritas.
Jika dibiarkan, menurut Rustam, kaum minoritas tidak akan mampu melindungi kepentingan mereka
Rustam kemudian menceritakan pengalamannya menjadi bagian dari penduduk mayoritas yang bisa dengan leluasa dapat menjalankan ibadah di tempat ibadah di daerahnya.
"Sebagai bagian umat mayoritas, saya sangat menikmati kemudahan beribadah. Di RT saya ada musholla, RT sebelah ada masjid kecil. Sekitar 500 m ada dua masjid utk Salat Jum'at. Tapi kenapa umat agama lain banyak kesulitan beribadah atau membangun tempat ibadah?" kata Rustam.
Negara jamin kebebasan beragama dan ibadah
Baca Juga: Presiden Jokowi Video Call Dengan Perawat Pasien Covid-19 di Surabaya
Ketika memberikan kata sambutan pada Perayaan Natal Nasional 2019, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019), malam, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa di negara Pancasila, negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah menurut agama masing-masing.
“Di negeri Pancasila ini kita harus saling menghormati, saling menghargai perbedaan dan keberagaman kita di antara anak-anak bangsa dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Presiden Jokowi (setkab).
Sebelumnya, Jokowi menyampaikan Natal adalah momentum yang sangat indah untuk merayakan persahabatan, momen yang sangat berharga untuk merajut persaudaraan, kerukunan antar anak-anak bangsa, dan juga momen bagi bangsa Indonesia untuk mensyukuri keberagaman, indahnya kemajemukan yang menyatukan sebagai sebuah bangsa besar, bangsa Indonesia.
“Kita tidak ingin tali silaturahmi, jembatan persahabatan, jembatan persaudaraan yang telah terjalin dengan sangat baik sejak puluhan bahkan ratusan tahun justru dirusak oleh provokasi-provokasi yang memecah belah kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” kata Presiden.
Menurut Kepala Negara, pada momen-momen tertentu ada saja yang mencoba-coba mengganggu kedamaian hubungan antarsuku, antaragama, atau bahkan menebar kebencian dan intoleransi dalam kebersamaan bangsa Indonesia.
Namun Kepala Negara meyakini, dengan semangat persaudaraan dan persahabatan yang sangat kuat, bangsa Indonesia akan selalu mampu menghadapi semuanya. “Saya memiliki keyakinan itu,” kata Jokowi dalama acara perayaan Natal Nasional 2019 yang mengambil tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.”
Berita Terkait
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah
-
Jokowi Lempar Bola Panas, Mungkinkah KPK Kembali Sakti?
-
Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius