Suara.com - Polisi periksa 12 saksi terkait tewasnya Asepudin (44), pegawai proyek yang tertimpa besi proyek jalan layang Cakung di Jalan Raya Bekasi - Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (26/9/2020). Besi yang menimpa juga ikut diamankan.
"Saksi sampai siang ini kita sudah periksa 8 dan kita tambah lagi 4 pekerja yang di atas itu," kata Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Muhhamad Fajar kepada wartawan, Senin (28/9/2020).
Fajar mengungkapkan, 8 saksi yang diperiksa diantaranya yakni satu orang merupakan pengawas proyek dan sisanya terdiri dari pekerja sekitar dan diatas proyek jalan layang tersebut.
Adapun, dari tempat kejadian perkara (TKP) pihaknya mengamankan sebilah besi sebagai barang bukti yang diduga menimpa Asepudin hingga bersimbah darah.
"Yang di amankan barang bukti sementara ada semacam besi lah. Di temukan di TKP, ada satu besi," ungkapnya.
Hingga kekinian Polsek Kelapa Gading masih mendalami kasus tersebut. Atas kejadian tersebut korban harus menerima luka di bagian atas kepalanya dan dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Korban sudah meninggal dunia. (Kejadian sore) Malamnya di nyatakan meninggal," tuturnya.
Kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu (26/9/2020). Kala itu korban bernama Asepudin (44) diduga sedang berpatroli di kawasan proyek tersebut.
"Setelah kejadian korban sudah tergeletak dalam area proyek. Bukan di jalan umum yang bisa di lintasi masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: Warga Minggir Kerap Dengar Tangisan Balita 4,5 Tahun yang Tewas Dianiaya JR
Ia menambahkan, pihaknya kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara. Saat dievakuasi korban masih dalam keadaan bernafas, namun nahas nasib berkata lain. Asepudin pun dinyatakan meninggal dunia ketika mendapat perawatan.
Sebelumnya, insiden tersebut terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @jurnalis169.
Berdasar keterengan video yang diunggah, disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/9) kemarin sekira pukul 17.00 WIB.
"Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertimpa besi yang jatuh dari atas proyek jalan di Jalan Raya Bekasi Cakung Jakarta Timur, Minggu 27 September sekitar jam 17.00 WIB," tulisnya.
Berita Terkait
-
Pemotor yang Tewas Tertimpa Besi di Cakung Ternyata Pegawai Proyek
-
Warga Minggir Kerap Dengar Tangisan Balita 4,5 Tahun yang Tewas Dianiaya JR
-
Balita di Sleman Tewas di Tangan Pacar Ibu, Selama 2 Tahun Dianiaya
-
Seorang Diduga Pencuri Monitor Ekskavator Tewas Dimassa, 2 Sekarat
-
Rekonstruksi Balita Tewas di Sleman, AF Disudut Rokok dan Dipukul Kayu
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas