Suara.com - Memilih indekos memang butuh beberapa pertimbangan. Tidak hanya soal lokasi saja, tetapi juga peraturan dan lingkungannya. Termasuk di dalamnya Ibu Kos dan penghuni kamar lainnya.
Pemilik akun Twitter @howtodresvvel pada Kamis (1/10/2020) mengunggah sejumlah foto lembaran pengumuman yang diduga tertempel pada ruang di indekos putri.
@howtodresvvel mengunggah empat foto yang membuat warganet jadi bergidik.
Foto pertama memperlihatkan ruang dapur sebuah indekos, lengkap dengan beberapa alat masak seperti kompor, teko, panji, dan sejumlah bumbu masakan.
Namun, yang menjadi perhatian adalah selembar kertas putih yang tertempel di dinding dapur.
"Abis pake dapur piring dicuci dapur diberesin. Lo pikir lagi di rumah nenek?" tulis narasi dalam kertas tersebut.
Sementara itu, foto kedua menyiratkan adanya ketegangan antar sesama penghuni indekos putri. Tampaknya mereka saling berdebat lantaran salah satu dari mereka dirasa berisik.
"Di sini bukan cuma lo yang bayar kos. Gue juga!" tulisan yang ada pada kertas pertama.
Sentilan tersebut dibalas oleh yang bersangkutan, "Kalau mau tenang, gak berisik, tinggal di hutan aja kak! Emang lo doang yang ngekos disini?".
Baca Juga: Pintar tapi Mengulang Makul, Viral Cerita Mahasiswa Sengaja Tunda Kelulusan
Pada foto ketiga, terdapat sebuah kertas berisi pesan untuk salah satu penghuni indekos yang disebut sering mengambil makanan orang lain. Pesan tersebut ditulis oleh Annisa yang mengaku sudah dua kali diambil coklatnya.
"Mbak jangan ambil makanan yang bukan hak milik anda! Kasihan malaikat Roqib dan Atid capek nulis dosamu! Jagan salahin aku kalau aku nyumpahin kamu setiap detik!" tulisnya.
Terakhir, pada foto keempat, terdapat selembar pengumuman yang diduga dibuat oleh Ibu Indekos. Di sana tertulis peringatan untuk tidak membawa pria tanpa izin. Apabila melanggar, akan ada sebuah hukuman.
"Apabila penghuni kost putri kedapatan membawa pria tanpa izin Ibu Kost, Pria itu akan dihukum potong titit [alat vital laki-laki]," tulisnya.
Cuitan @howtodresvvel yang mengunggah serba-serbi penguman di indekos putri tersebut mendadak viral. Hingga artikel ini dibuat, unggahan tersebut telah menembus 7.000 retweets dan disukai oleh lebih dari 30.900 pengguna Twitter.
Tidak hanya itu saja. Unggahan ini pun dibanjiri oleh komentar warganet. Beberapa dari mereka juga menuturkan bahwa beberapa indekos putri memang terlihat kumuh. Mereka mengaku pernah mengalaminya secara langsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal