Suara.com - Kecelakaan lalu lintas maut baru yang meregang empat nyawa baru saja terjadi di Jalan Magelang KM 7,8, Mlati, Sleman, pada Sabtu (3/10/2020) pagi.
Usai insiden kecelakaan ini, sejumlah warga langsung datang ke lokasi. Ada dari mereka yang datang dan merekam situasi pasca kecelakaan terjadi.
Pemilik akun Twitter @upil_jaran67 mengunggah beberapa video yang merekam suasana Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan maut ini.
Dalam video yang diunggahnya, terlihat jalan Magelang yang tak lagi dilewati kendaraan. Pasalnya, kecelakaan maut ini tentu saja membuat jalan tersebut ditutup sementara.
Di sana, tampak banyak warga yang menyaksikan proses evakuasi korban kecelaan. Beberapa petugas kepolisian dan tim medis juga sudah terjun ke lokasi kejadian.
Angle video merekam ke berbagai arah. Terlihat dua mobil yang sudah tak karuan lagi bentuknya. Mobil pertama bewarna hitam di tengah jalan. Sementara satu lagi mobil merah berada di pinggir trotoar.
Tak hanya mobilnya saja, terekam pula korban dari insiden lakalantas maut ini. Terlihat ada dua laki-laki berpakaian hitam yang terbujur kaku di jalanan. Tak jauh dari mobil bewarna merah.
Ada pula satu korban yang terkapar tak jauh dari trotoar. Ia sudah ditutup dengan penutup seadanya agar tidak dilihat oleh banyak orang di sana.
Video unggahan @upil_jaran67 yang merekam suasana TKP kecelakaan maut di Jalan Magelang Sleman mendadak viral. Hingga artikel ini dibuat, video tersebut telah ditayangkan lebih dari 27.000 kali.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Magelang, 4 Korban Meninggal di Tempat
Simak video lengkapnya di sini.
Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Magelang, 4 Korban Meninggal di Tempat
Dua kendaraan roda empat bertabrakan hingga kondisinya hancur di Jalan Magelang Km 7,8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020).
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanta mengungkapkan, insiden terjadi pada sekitar pukul 06.00 WIB, tak jauh dari pos polisi di utara lokasi kejadian.
"Kecelakaan terjadi antara mobil Honda Mobilio dari arah utara dan Mitsubishi Xpander dari arah selatan," kata Hariyanta, dihubungi SuaraJogja.id, Sabtu siang.
Ia pun menerangkan kronologi singkat kejadian yang menelan korban jiwa tersebut.
Hariyanta mengatakan, Honda Mobilio dari arah utara saat itu melaju dengan kecepatan tinggi.
"Dia tiba-tiba melompati divider [separator pembatas jalan], masuk ke jalur yang dari selatan ke utara," jelasnya.
Saat itulah melintas Mitsubishi Xpander dari selatan ke utara dan sontak dihantam Honda Mobilio yang terlempar ke jalurnya.
Benturan keras antara kedua mobil tersebut lantas mengeluarkan suara kencang.
Petugas yang berjaga di pos polisi dekat lokasi kejadian pun segera keluar dan memberikan pertolongan.
Dari tujuh orang yang berada di dalam Honda Mobilio, empat di antaranya tewas di tempat.
"Yang selamat tiga orang, dan sekarang baru periksa di Rumah Sakit Murangan [RSUD SLeman]," kata Hariyanta.
Sementara itu, jenazah keempat korban meninggal masih berada di RS Bhayangkara.
Di sisi lain, satu pengemudi Mitsubishi Xpander hanya mengalami luka lecet dan telah dilarikan ke RSA UGM.
Saat ini, kata Hariyanta, seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Sleman, dan penyidikan juga dilimpahkan ke Polres Sleman.
Proses evakuasi sendiri, termasuk penutupan arus, berlangsung selama sekitar dua jam sejak pukul 6 sampai 9 pagi tadi, dan kini telah normal kembali.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pemukim Israel Bakar dan Corat-coret Masjid di Tepi Barat Saat Ramadan
-
Pasar Parungkuda Catat Kenaikan Daging Ayam dan Cabai Jelang Puasa
-
Sudinsos Jakbar Buru Wanita Viral Hobi Makan Gratis dan Tak Bayar Ojol: Warga Resah
-
Yaqut Ungkap Alasan Pembagian Kuota Haji 2024: Satu-satunya Pertimbangan Adalah Hibtun Nafsi
-
Beda dari NasDem, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen: Moderat dan Tetap Representatif
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Aktivis UNY Perdana Arie Resmi Bebas dari Lapas Cebongan, Tegaskan Tetap Suarakan Keadilan
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?