Suara.com - Seorang perempuan di Uttar Pradesh, India yang menjadi korban pelecehan seksual terpaksa melakukan perjalanan sejauh 900 km untuk mengajukan laporan ke kantor polisi di kota lain.
Menyadur Times of India, Senin (5/10/2020), hal tersebut dilakukan lantaran korban merasa pelaku, yang merupakan kekasihnya sendiri, telah bersekongkol dengan salah satu personel polisi negara bagian, membuatnya semakin terancam ketika mengajukan laporan.
Perempuan berusia 22 tahun itu telah berulangkali dirudapaksa oleh kekasihnya, Pravin Yadav. Bahkan, aksi pelecehan seksual ini juga direkam dan disebar ke media sosial.
Pertemuan korban dengan Yadav, berawal ketika perempuan yang berasal dari Nepal itu datang ke Lucknow untuk mengadu nasib. Dari situ, ia bertemu hingga mulai menjalin hubungan asmara dengan pelaku.
Namun belakangan, Yadav malah mengeksploitasi korban secara seksual. Tak mau terus-terusan dilecehkan, perempuan itu pun melapor ke kepolisian setempat, namun hasil yang ia peroleh tidak sesuai.
Bukan perlindungan, polisi yang ternyata teman Yadav, menyambangi korban dan memintanya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kompromi.
Yadav berulang kali mengklaim memiliki hubungan pertemanan yang dekat dengan kepolisian.
Kehilangan kepercayaan dengan polisi negara bagian, korban yang mendapatkan saran dari seorang teman, lantas melakukan perjalanan ke kota Nagpur, menempuh ratusan kilometer untuk membuat laporan pelecehan seksual ke kantor polisi kota itu.
"Teman perempuan Nepal itu dan suaminya, mendesaknya untuk naik taksi ke Nagpur agar ia bisa mencari bantuan di sini," ujar inspektur senior Koradi, Vazeer Shaikh.
Baca Juga: Komentar Uus Soal Tabiat Buruk Artis yang Dibongkar Kru TV Disorot
Shaikh menyebut biaya taksi telah diatur oleh teman korban sehingga ia bisa meninggalkan Lucknow tanpa hambatan.
Kepala polisi kota Amitesh Kumar mengonfirmasi kasus perempuan Nepal telah didaftarkan dan dirujuk ke Uttar Pradesh mengingat insiden itu terjadi di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
-
Budget Rp20 Ribuan? 4 Tone Up Cream Tranexamic Acid Bikin Glowing dan Sehat
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
-
7 Rekomendasi Sunscreen Jepang Terbaik sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
-
Sempat Sebut Febrie Adriansyah Saksi, Kejagung Dikritik Tak Profesional Tangani Kasus Korupsi
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju