Suara.com - Pasca DPR mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) pada Senin (5/10/2020), banyak pihak tidak setuju dengan keputusan tersebut. Termasuk sejumlah warganet kecewa dengan tindakan DPR.
Bahkan mereka sampai menggunggah foto formulir pendaftaran Sunda Empire ke Twitter dan menjadi viral di media sosial. Hal ini sebagai bentuk kekecewaan netizen atas disahkannya UU Ciptaker.
Bahkan "Sunda Empire" masuk dalam daftar trending topik di Twitter pada Selasa (6/10/2020) siang. Hingga Selasa petang, warganet telah membuat lebih dari 23 ribu cuitan yang memakai kata "Sunda Empire".
Salah satu cuitan yang paling banyak mendapat respon adalah milik akun Twitter @Tolo052. Ia mengunggah foto Rangga Sasana, petingga Sunda Empire dengan narasi seperti berikut.
"Dunia ini ketar ketir setelah kepergian mu bung," tulis @Tolo052.
Cuitan itu telah disukai lebih dari 2.600 warganet dan mendapat 600 retweet.
Sementara netizen yang lain yang kecewa dengan DPR, justru menilai Sunda Empire lebih baik. Bahkan mereka meminta perkumpulan ini kembali viral.
"We need you, Sunda Empire. Everything goes downhill since your fall . pls comeback , you're even 1000% better than DPR (Kami membutuhkanmu, Sunda Empire. Semua jadi kacau sejak kami jatuh. Tolong kembali, kami 1000& lebih baik dari DPR)," tulis @Came*******.
Warganet lain menulis, "Dear @DPR_RI, you know you’re messed up when people choose to trust sunda empire more than you (DPR yang terhormat, Anda tahu Anda kacau ketika orang memilih untuk lebih mempercayai kerajaan Sunda daripada Anda)."
Baca Juga: Dilarang Orasi Polisi, Buruh di Demak Lakukan Doa Bersama Tolak Omnibus Law
Tak hanya itu saja. Beberapa warganet juga mengunggah formulir pendaftaran Sunda Empire dengan menambahkan narasi yang kecewa terhadap DPR.
"When DPR bring the dark, Sunda empire bring the light (Saat DPR membawa kegelapan, Sunda Empire membawa cahaya)," tulis seorang netizen yang mengunggah formulir pendaftaran Sunda Empire.
Kondisi Sunda Empire Terkini
Lantas bagaimana kondisi para petinggi Sunda Empire saat ini? Untuk diketahui, tiga terdakwa kasus kerajaan fiktif itu telah ditahan dan masih menjalani persidangan.
Kekinian, sidang lanjutan kasus Sunda Empire beragendakan pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung berlangsung pada Selasa (6/10/2020).
Terdakwa Raden Rangga Sasana, yang menjadi salah seorang terdakwa petinggi Sunda Empire, meminta agar dibebaskan dari tuntutan jaksa terkait kasus kekaisaran fiktif tersebut. Dia mengaku hanya sebagai korban atas perseteruan perbedaan pandangan ilmu pengetahuan sejarah antara Perdana Menteri Sunda Empire Nasri Banks dan pelapor kasus Sunda Empire, seorang Budayawan Sunda bernama Ari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer