Suara.com - Warga di salah satu lingkungan di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, membantai puluhan penyu karena memakan rumput laut.
"Dari hasil pemeriksaan, warga mengaku melakukan pembantaian penyu karena sudah dua tahun mereka tidak panen akibat rumput laut para petani dimakan penyu," kata Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, Inspektur Polisi Dua Japaruddin di Mamuju, Jumat (9/10/20200.
Polisi masih mendalami keterlibatan Jh, salah seorang kepala lingkungan.
"Bukan hanya kepala lingkungan, tetapi dilakukan warga di satu lingkungan yang umumnya sebagai petani rumput laut. Mereka mengaku tidak bisa panen karena rumput lautnya dimakan penyu. Jadi, warga mengaku terpaksa melakukan tindakan tersebut karena sudah tidak ada penghasilan lain," kata Japaruddin.
Namun, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait aktivitas warga di salah satu lingkungan yang mengolah penyu tersebut.
Japaruddin mengungkapkan gelar perkara kasus pengolahan daging penyu rencananya dilakukan Jumat ini, namun karena ada unjuk rasa dan kegiatan di Bawaslu Mamuju, pelaksanaan rekonstruksi ditunda.
"Hasilnya nanti ditentukan setelah dilakukan gelar perkara," kata dia.
Dari informasi yang dihimpun, pembantaian penyu dilakukan para petani rumput laut sudah berlangsung sejak sebulan terakhir dengan menggunakan jaring atau pukat dan perahu nelayan.
Penyu-penyu yang dibantai kemudian dagingnya kemudian diolah dengan cara dicincang selanjutnya dikeringkan.
Baca Juga: 5 Aktivitas Wisata Tanjung Benoa yang Wajib Dicoba
Hasil pengolahan penyu kemudian dijual kepada seseorang di Kota Mamuju Rp50 ribu per kilogram.
Bahkan, pada September 2020, Jh sempat menjual 200 kilogram daging penyu yang sudah diolah ke salah seorang warga berinisial Bs di Kota Mamuju.
Pecinta Penyu Sulbar Yusri Mampi menyesalkan pembantaian puluhan penyu itu.
Menurut dia, penyu yang diamankan polisi dari hasil penggerebekan tersebut merupakan penyu sisik, yang tidak memakan rumput laut.
"Polisi harus mengusut tuntas kasus pembantaian puluhan penyu di Kalukku dan memperoses hukum para pelakunya, sesuai undang-undang yang berlaku," kata Yusri Mampi.
Sebelumnya, Kepolisian Sektor Kalukku berhasil membongkar tempat pengolahan puluhan daging penyu di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku.
Berita Terkait
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan
-
Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?
-
Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship