Suara.com - Seorang demonstran mendapat perhatian warganet karena penampilannya yang mencolok. Ia sampai disebut-sebut sebagai anak sultan lantaran mengenakan aksesoris yang mahal.
Penampilan pendemo saat aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja itu terekam kamera dan viral di sosial media.
Akun Twitter @PenjahatGunung membagikan potretnya yang tengah beraksi di tengah kepulan asap.
Pendemo itu mengenakan helm lengkap dengan sarung tangan yang ketika ditelusuri dibanderol dengan harga yang tak murah.
Helm full face yang dikenakan pendemo itu dijual di sebuah marketplace dengan harga mencapai Rp. 9.400.000.
Ia juga mengenakan sebuah perangkat komunikasi berbasis bluetooth yang dijual dengan harga Rp. 3.900.000.
Sarung tangan yang ia kenakan pun juga bisa dibilang tidak biasa. Sarung tangan berwarna hitam itu dibanderol dengan harga Rp. 650.000.
Kontan harga outfit pendemo itu membuat warganet melongo dan menjulukinya sebagai anak sultan.
"Anak sultan ikutan demo pakai helm 9 jutaan," tulis @PenjahatGunung.
Baca Juga: Aa Gym Angkat Bicara Soal Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
Tak cukup sampai di situ, seorang warganet ikut menyoroti aksesoris lain yang dikenakan oleh pendemo tersebut.
Ia melihat sepatu berwarna cokelat yang dikenakan oleh pendemo itu bukan sepatu biasa.
Sepatu bergaya retro itu ketika dilihat harganya di sebuah marketplace dibanderol senilai Rp 5.980.000.
Namun ada pula warganet yang meragukan jika sepatu yang dikenakan benar merupakan merek mahal yang disebut di atas.
Kendati demikian, penampilan pendemo itu cukup membuat warganet heran.
"Ini bukti bahwa manusia lebih berharga daripada duit. Dia turun pasti karena ada hal yang mau diperjuangin, ya kali outfit sampai 10 juta lebih karena gabut atau ikut-ikutan," tulis @anehpay.
Berita Terkait
-
Aa Gym Angkat Bicara Soal Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
-
Jalan Dihalangi, Emosi Pengendara di Parepare Ini Bikin Pendemo Ngibrit
-
Polisi Marah Difoto saat Piting Pendemo, Jurnalis Dimaki, Kepala Dipukuli
-
Terekam CCTV, Maling Helm Ketahuan Beraksi di Kantor SuaraJogja.id
-
Polisi Klaim Ada Pendemo Bayaran, Disiapkan Kendaraan dan Uang Makan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum