Suara.com - Profil Hidayat Nur Wahid kembali muncul ke permukaan lantaran berdebat panas dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di twitter. Perdebatan tersebut diawali dengan cuitan Mahfud yang merasa banyak tudingan tidak masuk akal kepada pemerintah.
Bagaimana sosok Hidayat Nur Wahid? Langsung saja intip profil Hidayat Nur Wahid berikut ini.
Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. lahir di Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, pada 8 April 1960. Hidayat Nur Wahid adalah anak sulung dari tujuh bersaudara.
Pendidikan formal dimulainya dari SD Negeri Kebondalem Kidon, dan dirinya lulus pada tahun 1972.
Karena lahir dari lingkungan keluarga Muslim yang taat di Jawa Tengah, maka Hidayat belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor dan kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kemudian dirinya melanjutkan studi magister dan doktor di Universitas Islam Madinah.
Selama di Madinah, Hidayat cukup aktif berorganisasi hingga terpilih sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Arab Saudi periode 1983-1985. Setelah merampungkan studinya di tanah Arab, Hidayat Nur Wahid pulang ke Indonesia dan mulai terlibat aktif dalam Gerakan Tarbiyah dan ikut mendirikan Yayasan Alumni Timur Tengah.
Hidayat juga menjadi dosen studi Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta, dosen pascasarjana di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, serta dosen di Universitas asy-Syafi'iyah.
Kehidupan Pribadi Hidayat Nur Wahid
Dari pernikahannya dengan Hj. Kastiyan Indriyati, Hidayat Nur Wahid dikaruniai empat orang anak. Yaitu Inayatu Dzil Izzati, Ruzaina, Alla Khairi, dan Hubaib Shidiqi. Istri pertamanya tersebut diketahui meninggal dunia pada tanggal 22 Januari 2008 di Yogyakarta.
Baca Juga: Kerap Saling Debat, Ini 3 Momen Mahfud MD dan HNW Terlibat Adu Argumen
Hidayat Nur Wahid kemudian menikah dengan Diana Abbas Thalib, seorang dokter. Pernikahan keduanya tersebut berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah pada 11 Mei 2008 yang lalu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi saksi mempelai pria dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai saksi untuk mempelai wanita dalam pernikahan Hidayat Nur Wahid dan Abbas Thalib. Kemudian Diana Abbas Thalib melahirkan anak kembar di Jakarta pada tanggal 15 April 2009.
Perjalanan Karier Hidayat Nur Wahid
Karier politik Hidayat Nur Wahid dimulai setelah dirinya ikut mendeklarasikan berdirinya Partai Keadilan (PK) pada tanggal 20 Juli 1998. Kemudian dirinya terpilih menjadi ketua Dewan Pendiri dan menerima pelantikan menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. Pada pasca pemilu 1999, PK akhirnya berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Hidayat Nur Wahid mulai dikenal ketika dirinya terpilih menjadi presiden PK tanggal 21 Mei 2000, menggantikan Nurmahmudi Ismail sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan saat pemerintahan Presiden Gus Dur. Kemudian pada pemilu 2004, Hidayat terpilih sebagai anggota DPR dan sekaligus menjadi Ketua MPR 2004-2009.
Di rentang karir politiknya, Hidayat Nur Wahid mencoba bertarung di Pilgub DKI Jakarta 2012, tapi belum berhasil.
Namun kekalahan tersebut tidak membuat patah semangat Hidayat, dan dirinya tetap beraktivitas seperti biasanya sebagai politikus, akademisi, dan kegiatan ceramah yang tidak pernah ditinggalkan. Karier politiknya mengalir terus, pada pemilu 2014, dirinya terpilih kembali menjadi anggota DPR dan didaulat menjadi wakil Ketua MPR RI 2014-2019.
Demikian profil Hidayat Nur Wahid dari kehidupan probadi hingga kariernya.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global
-
Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
-
Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?
-
Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo
-
Malam Hari, Bupati Muara Enim Nonaktif Edison Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap BPK
-
Kejagung Rampungkan Penggeledahan di Enam Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG