Suara.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut sebanyak empat orang diamankan di markas Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang berlokasi Menteng Raya Nomor 58, Jakarta Pusat.
Mereka yang ditangkap dituding sebagai demonstran yang melakukan pembakaran ban dan menutup jalan usai aksi menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja, pada Selasa (13/10) kemarin malam.
Menurut Yusri, penangkapan tersebut berawal adanya sekelompok massa aksi yang melakukan pembakaran ban dan menutup jalan di sekitar Menteng, Jakarta Pusat sekira pukul 20.00 WIB.
"Petugas lapangan sudah mengimbau untuk segera mematikan (api) karena mengganggu ketertiban masyarakat dan membuka jalan tersebut. Tapi imbauan tidak diindahkan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/10/2020).
Setelah imbauan tersebut tak diindahkan, akhirnya personel kepolisian melakukan upaya pembubaran paksa. Yusri memperkirakan jumlah massa aksi di sana ketika itu berkisar 400 orang.
"Petugas coba mendorong dan mereka lari ke dalam gang, macam-macam ya, ada sekitar 300-400 orang itu. Melarikan diri bahkan masuk ke GPII," beber Yusri.
Kata dia, sebanyak empat orang yang diduga massa aksi tersebut berhasil diamankan di dalam Kantor GPII. Saat ini, keempat orang tersebut telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa.
"Di situ kita amankan orang-orang tersebut, ada empat yang kita amankan," katanya.
Kendati begitu, Yusri belum dapat memastikan apakah keempat orang tersebut merupakan anggota GPII atau bukan. Dia berdalih pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Baca Juga: Pasca Aksi 1310 Markas GPII Dirusak, Darah Berceceran di Tembok
"Masih kita dalami. Saya tidak bilang bukan, tapi karena masuk ke dalam (kantor GPII) situ, jadi itu yang kita amankan" tuturnya.
Bercak Darah
Bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa usai aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja pada Selasa (13/10) kemarin meluas ke sejumlah titik di Jakarta. Imbasnya, Kantor GPII di Jalan Menteng Raya Nomor 58, Jakarta Pusat rusak akibat serangan sejumlah aparat kepolisian.
Pantauan Suara.com di lokasi, Rabu (14/10) kantor GPII tampak berantakan. Barang-barang seperti meja dan bangku berserakan di mana-mana.
Bercak darah juga masih membekas di lantai di salah satu ruangan di kantor GPII. Sebagai informasi, di kompleks kantor GPII ini juga terdapat kantor PB Pelajar Islam Indonesia atau PII.
Sisa-sisa tembakan gas air mata hingga kini juga masih terasa di sekitar lokasi.
Tag
Berita Terkait
-
Pasca Aksi 1310 Markas GPII Dirusak, Darah Berceceran di Tembok
-
10 Kader PII Ditangkap Polisi saat Kantor Diserbu, Ini Nama-namanya
-
Polisi Serang Demonstran Hingga ke Kantor GPII, Darah Berceceran di Lantai
-
Koordinator Sebut Bercak Darah di Markas GPII Akibat Kader Dipopor Senjata
-
Markas GPII Rusak Digeruduk Polisi, Ada Bercak Darah di Lantai
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya