Suara.com - Untuk memperingati hari santri, Kamis (22/10/2020), pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda mengunggah foto jadul ketika dia masih mondok. Mondok artinya tinggal di pondok yang disediakan oleh pengelola pesantren.
Permadi Arya memberikan penjelasan tentang fotonya ketika masih culun. Barangkali pula ketika itu, dia masih bersih dari afiliasi politik praktis.
"Foto jadul waktu nyantri di pondok. Sebelum jadi kafir gara-gara dukung Ahok. Sebelum jadi munafik gara-gara belain Jokowi. Sebelum jadi penista agama gara-gara vokal menentang radikalisme. Selamat Hari Santri 22 Oktober," kata Permadi Arya.
Permadi Arya yang pernah menjadi ketua umum Cyber Indonesia itu dikenal garang kalau mengomentari situasi perpolitikan.
Dia sering tampil membela Presiden Joko Widodo ketika mendapat kritik dari sejumlah kalangan. Misalnya ketika setahun periode kedua pemerintah Jokowi dinilai mengecewakan, Permadi Arya mementahkannya.
"Ada yang bilang 6 tahun Jokowi kurang memuaskan. Freeport milik Indonesia, tol Jakarta ke Surabaya, BBM 1 harga sampai dengan Papua, kemiskinan turun 1 digit, ormas makar HTI bubar, ijin FPI tak diperpanjang. Masih banyak kurang, tapi HTI bubar izin FPI selesai sudah cukup memuaskan buat saya," katanya melalui media sosial baru-baru ini.
Ketika pemerintahan Jokowi dikritik dan didemo karena berinisiatif membuat Undang-Undang Cipta Kerja, Permadi Arya mengkritik balik mereka.
"Kalah pilpres teriak-teriak people power (gerakan rakyat), yang turun seuprit. Sekarang UU Ciptaker juga sama teriak-teriak gerakan rakyat, yang turun seuprit. Kenapa? karena yang teriak-teriak gerakan rakyatnya politikus busuk dan ulama cabul doyan chat porno. Rakyat males dengernya bossss," katanya.
Permadi Arya belum lama ini mengatakan bahwa Jokowi seorang Muslim, itu sebabnya dia mengaku tak habis pikir jika masih ada yang meragukan keislaman Jokowi.
Baca Juga: Abu Janda Sebut Penolak UU Ciptaker Termakan Hoaks, Begini Penjelasan Pakar
"Salat nggak pernah ketinggalan dan puasanya rajin. Masuk daftar tokoh Muslim paling berpengaruh dunia. Dihargai jadi nama jalan di Arab. Tapi masih ada yang percaya Pak Jokowi "anti Islam." Di situlah kita tahu bahayanya beragama tanpa akal dan orok tanpa ASI."
Berita Terkait
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Kejaksaan Agung Mutasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri di Awal Tahun
-
KPK Ungkap Petinggi PBNU Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini