Suara.com - Sebuah konten video TikTok viral di media sosial dan ramai-ramai dihujat warganet. Bagaimana tidak, dalam konten itu wanita yang diduga seorang perawat tersebut mengaku pernah berantem dengan temannya karena rebutan memasang selang kateter demi lihat penis pasien.
"Gimana sih rasanya masang selang kateter ke pasien dewasa lelaki. Sampai berantem woy gue sama kawan gue, demi dapat tindakan ini," kata Imelda dikutip dari akun Twitter @tubirfes yang memviralkannya, Minggu (25/10/2020).
Menurut Tubirfess, wanita yang membuat konten TikTok tersebut berebut memasang selang kateter demi melihat penis pasien.
Dalam videonya, wanita yang diduga perawat tersebut bahkan menampilkan gambar selang kateter yang dipasang di alat vital laki-laki.
Untuk diketahui, selang kateter merupakan sebuah alat berupa tabung kecil yang fleksibel dan biasa digunakan pasien untuk membantu mengosongkan kandung kemih.
Alat ini khusus diperuntukkan bagi pasien yang tidak mampu buang air kecil sendiri secara normal.
Akibat viralnya video yang ia buat, wanita tersebut ramai-ramai dihujat warganet.
"Yang kaya gini bisa dilaporin gak? Ada langgar kode etik atau apalah gitu? Risih banget liatnya, orang kerja kok niatnya begitu," kata akun @paring***
"Gak habis pikir kalau sampe berantem gitu mah, situ ingin praktek atau liat anu? Gue kalau tidak ada sistem keterpaksaan kagak mau tuh masang punya lawan jenis apalagi sampe berantem. Pasien di RS banyak kok target masih bisa dikejar," timpal akun @naneun***
Baca Juga: Tak Terima Dinasehati, Pemobil Ini Ajak Baku Hantam Pria yang Menasehati
"Maap mbak, di D3 ada manajemen kep dan etika kok. Gak cuma s1 aja yang bayar mahal, kuliah capek dan mati matian. Mungkin si mbak tiktok aja yang gak nerapin dan emang norak - dari saya yang D3," sahut akun @imsly***
Usai videonya viral, wanita yang membuat konten tersebut akhirnya meminta maaf di akun TikTok pribadinya.
"Aku minta maaf banget, terima kasih udah nasehatin aku, kalian mau hujat aku silahkan, karna memang ini salah aku," kata wanita tersebut.
Berita Terkait
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Versi Pelaku, Bunuh Cucu Mpok Nori di Malam Takbiran Gegara Cemburu
-
Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin
-
Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah
-
Kisah Cinta Cucu Mpok Nori yang Berakhir Tragis, Berawal dari Malaysia hingga Tewas di Kontrakan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu
-
Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu
-
Ini Identitas Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Air Canada, Mimpinya Berakhir di Landasan Pacu
-
Andalkan Google Maps, Pemudik Arus Balik Malah Nyasar ke Jalan Sawah Menuju Tol Jogja-Solo
-
Ucapan Trump 100 Persen Bohong, Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal Bermuatan Ratusan Kg Peledak
-
Terintegrasi Banyak Tempat Wisata dan Pusat Perbelanjaan, LRT Bisa Jadi Solusi Libur Lebaran
-
Sindiran Satire ke KPK, Panen Penghargaan Buntut Yaqut Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan
-
Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres