Suara.com - Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, terus menuai kecaman setelah mengutarakan pernyataan kontroversial yang mencibir aksi-aksi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.
Terbaru, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos meminta Megawati mengingat tahun 2008, kala mengkritik Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menaikan harga BBM.
Ketika itu, dalam acara Rakernas PDIP di Makassar, Megawati selaku kandidat calon presiden Pilpres 2009 sempat menangis.
Tak hanya itu, Megawati saat itu juga menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul Galang Rambu Anarki di hadapan kadernya, lantaran mengaku sedih melihat kondisi rakyat.
Menurut Nining, Megawati semestinya berkaca pada kejadian 22 tahun silam tersebut. Bukan justru, setelah menjadi partai penguasa, melarang atau mendiskreditkan gerakan mahasiswa, pelajar, buruh menolak UU Cipta Kerja.
"Ingat dong ketika mereka juga, bagaimana mengkritik rezim SBY menaikkan harga BBM, sampai nangis-nangis dan bagaimana membuat empati. Kenapa ketika mereka berkuasa orang tidak lagi boleh mengkritik dan turun ke jalan. Ini menunjukkan otoriterisme kembali di negeri kita," kata Nining saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/10/2020) malam.
Nining meminta Megawati mengerti alasan buruh, mahasiswa, petani, dan aktivis menggelar aksi massa karena aspirasi rakyat kecil tak ditampung oleh pemerintah dan DPR.
Terlebih, regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan DPR juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
"Dikritik itu karena para pemimpin melahirkan berbagai macam regulasi yang tidak berpihak pada rakyat, mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan, serta ditambah lagi ruang demokrasi semakin terjadi kemunduran. Itu realita yang kita hadapi," jelas Nining.
Baca Juga: Mahasiswa Balas Megawati: Berapa Banyak Kerusakan Alam Akibat Penguasa
Nining menilai, kalau pemerintah dan DPR tak ingin mendapat kritik, maka semestinya membuat regulasi yang berpihak kepada rakyat.
Bukan justru melarang atau menggembosi gerakan rakyat yang menolak regulasi dan kebijakan yang merugikan.
"Kalau Pemerintah tidak boleh dikritik atau didemonstrasi ya bikin dong regulasi yang berpihak kepada rakyat, bukan kemudian semakin merusak rakyat," kata dia.
"Kenapa kemudian saat ini anak muda turun ke jalan karena dia juga berpikir tentang persoalan bagaimana nasibnya ke depan dan nasib bangsa," sambung Nining.
Megawati sebelumnya menyoroti demonstrasi yang digelar mahasiswa, pelajar, buruh dan elemen masyarakat lainnya menolak Omnibus Law - Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan sejumlah daerah lain hingga berujung ricuh.
Putri mendiang Presiden pertama RI Soekarno itu mempertanyakan urgensi mereka melakukan aksi demonstrasi.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Balas Megawati: Berapa Banyak Kerusakan Alam Akibat Penguasa
-
PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper
-
Mega Cibir Demo, Buruh: Tak Pantas Diucapkan Jika Ngaku Partai Wong Cilik
-
Megawati Cibir Demo Berujung Bakar Halte, BEM SI: Itu Bukan Pendemo!
-
Megawati Kaitkan Milenial dengan Pembakaran Halte, PKS: Itu Ulah Oknum
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!