Suara.com - Seekor komodo terekam kamera berkeliaran di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Rekaman video berdurasi 30 detik yang viral di media-media sosial, Sabtu (31/10/2020), itu menunjukkan seekor komodo yang berkeliaran di depan sebuah gerbang PLTD yang tertutup.
Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @ChePahun, komodo itu berjalan menyusuri dnding batu dan berhenti di depan gerbang. Ia bolak-balik mengitari gerbang tersebut dan melihat ke arah dalam kawasan PLTD.
"Miris juga lihat ini. Penguasa punya kuasa buat suka-suka. Tapi saya coba pikir positif saja, mungkin Komodo mau daftar langganan baru PLTD Pulau Komodo," tulis akun Twitter itu sembari menyentil akun milik Presiden Jokowi, @elbajoID, @ecosocrights, @Walhi_NTT dan sejarawan @JJRizal.
Tak hanya di Twitter, video itu juga viral di sosial media lain. Di Facebook, warganet mengaitkan video tersebut dengan harapan agar pemerintah segera membatalkan proyek wisata di kawasan habitat komodo.
"Makhluk kadal purba paling langka di dunia kebingungan ketika habitat aslinya telah berubah drastis. Dia ingin memasuki lokasi PLTD namun pagar besi menghalangi dengan kokoh, mungkin di bagian tertentu pabrik di dalam sana ada bagian penting dari habitat maupun komunitasnya."
"Semoga pemerintah terenyuh melihat video ini dan membatalkan proyek wisayta yang mengancam kelestarian hidup komodi. Salah satu hewan purba asli Indonesia yang masih bertahan saat ini," tulis akun Kevin Lopez.
Sebelumnya, foto seekor komodo juga menghebohkan publik saat hewan melata itu menghadang sebuah truk pengangkut di kawasan pembangunan 'Jurassic Park' Pulau Komodo.
Seusai foto tersebut viral, muncul surat pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan dikeluarkan pada 25 Oktober 2020.
Baca Juga: Jurassic Park Komodo Ramai Ditolak, Sujiwo Tejo Ingatkan: Karma Itu Keras
Surat tersebut berisi pengumuman penutupan sementara resort Loh Buata, SPTN Wilayah I Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo mulai 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021.
Foto itu lantas membuat tagar #SaveKomodo masuk dalam daftar trending topic di Twitter. Setidaknya ada ribuan cuitan menggunakan tagar tersebut memenuhi linimasa Twitter.
Publik khawatir pembangunan Jurassic Park dapat merusak ekosistem komodo, hewan purba yang hanya bisa ditemui di Pulau Komodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986