Suara.com - Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI, Retno Listyarti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak saling lempar tanggung jawab dengan Kementerian Agama terkait peristiwa bunuh diri siswa MTs di Tarakan, Kalimantan Utara akibat stress belajar online.
Retno mengatakan seharusnya Kemendikbud, Kemenag, serta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh karena saling terikat dengan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
"Kalau berfikir itu urusan sekolah, Kemendikbud itu urusan sekolah, Kemenag saya rasa tidak pas berbicara seperti itu. Kalian itu membuat surat keputusan bersama yang harusnya bersama-sama mengatasi problem ini," kata Retno dalam diskusi virtual FSGI, Minggu (1/11/2020).
Retno juga menyoroti sikap Kemendikbud yang terkesan selalu menyangkal ketika terjadi kematian siswa yang disebabkan oleh stress belajar online.
"Kami prihatin terhadap penyangkalan terkait depresi siswa akibat PJJ, ada kepala dinas yang bilang ada jutaan anak ini yang mati cuma dua, kok bisa bilang nyawa pake acara cuma dua, ini atau saja nyawa, kok bisa bilang begitu, ini yang tidak pernah terselesaikan karena sibuk menyangkal," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani mengatakan kasus bunuh diri siswa di Tarakan, Kalimantan Utara menjadi wewenang Kementerian Agama karena siswa MTs.
"Siswa tersebut adalah siswa MTs, sebaiknya ditanyakan ke Kemenag sesuai kewenangan," ucap Evy, Jumat (30/10/2020).
Sejauh ini, sudah ada tiga siswa menjadi korban meninggal dunia akibat belajar online, pertama anak berusia 8 tahun di Lebak, Banten disiksa orang tuanya karena stress tak bisa mendampingi sang anak belajar online.
Kemudian, anak berusia 16 tahun di Gowa, Sulawesi Selatan yang menegak racun diduga karena stress terlalu banyak tugas saat belajar online.
Baca Juga: Masih Dapat Bantuan Kuota Internet Meski Sudah Menolak, Alvin Lie: Mubazir
Dan terbaru, seorang siswa MTs di di Tarakan, Kalimantan Utara ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya di Kelurahan Sebengkok, polisi setempat menyebut korban pernah mengeluh beratnya belajar online.
Berita Terkait
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Bos Gema Shafa Marwa hingga Aero Globe Indonesia
-
WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo