Suara.com - Hasil penelitian UNICEF dan AC Nielsen mengungkapkan bahwa media massa masih menjadi sumber terpercaya bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar Pandemi Covid-19.
UNICEF Communications Development Specialist Rizky Ika Syafitri menjelaskan dalam survei mereka di enam kota; Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar, masyarakat masih mengandalkan televisi sebagai sumber informasi seputar Covid-19.
"Percaya atau tidak, media massa TV itu angkanya paling tinggi, angkanya sampai 85 persen, ada koran dan radio juga, tapi TV tertinggi," kata Rizky dalam diskusi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (4/11/2020).
Lalu untuk media online juga mendapatkan kepercayaan tinggi yakni sebesar 22 persen.
Rizky menjelaskan seluruh media massa mempunyai dampak yang besar dan positif terhadap perubahan perilaku masyarakat selama Pandemi Covid-19.
"Ternyata yang TV media massa ini positif, khususnya tv ini juga menjadi saluran yang paling kuat untuk dimanfaatkan," jelasnya.
Selain media massa, sumber-sumber komunikasi antarpribadi seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tetangga, kawan, dan saudara juga menjadi sumber referensi masyarakat.
"Tapi sumber dari tetangga, kawan, dan saudara ini cukup tinggi tetapi (sentimennya) negatif," ungkapnya.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan UNICEF dan Nielsen pada Agustus 2020 terhadap 2000 responden acak di enam kota; Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar dengan cara tatap muka dari rumah ke rumah.
Baca Juga: 23 Perusahaan di Kabupaten Tangerang Bangkrut Terdampak Wabah Corona
Berita Terkait
-
23 Perusahaan di Kabupaten Tangerang Bangkrut Terdampak Wabah Corona
-
37 Ribu Buruh di Tangerang Kena PHK Sejak Awal Pandemi Hingga Kini
-
Kulit Sekujur Tubuh seperti Tersetrum, Awas Gejala Virus Corona Covid-19
-
Sempat Ditunda, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Lanjut Lagi
-
Daftar Do's and Don't Untuk Perempuan Hamil di Tengah Pandemi
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural