Suara.com - Cerita pilu seorang wanita eks TKW asal Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendadak jadi sorotan usai dibagikan oleh pemilik akun Facebook Eva Chanel Indigo, Selasa (3/11/2020).
Eva mengatakan, kondisi wanita berinisial S tersebut memprihatinkan. Wanita berusia 34 tahun itu kini dipasung di sebuah gubuk yang berhimpitan dengan kandang kambing tak jauh dari rumahnya.
Mirisnya, wanita eks TKW tersebut tak hidup aman saat di tempat pemasungan. Sebab, ia juga kerap kali dijadikan tempat pelampiasan hasrat seksual banyak pria secara bergantian.
Siang hari, ia terkadang disetubuhi oleh sejumlah siswa. Sementara malam harinya S dipaksa melayani nafsu para sekuriti yang datang kepadanya.
Kisah S dimulai saat dia datang ke Arab Saudi untuk bekerja. Tak lama di sana, S tiba-tiba pulang ke Indonesia.
Akan tetapi, kondisi S berbeda dari sebelumnya. S menjadi depresi berat. Ia diduga mengalami pelecehan selama di negeri kaya minyak tersebut.
Menurut informasi yang disampaikan Eva, sepulangnya S ke rumah, ia jadi sering ngamuk marah-marah. Hal itu membuatnya lantas dipasung agar tidak meresahkan keluarga dan tetangga.
Sayangnya, selama dipasung S justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Sebab, di sana ia disetubuhi sejumlah orang sampai hamil. Padahal, S sudah melawan dan enggan disetubuhi. Namun apa daya, pelaku pemerkosaan tampaknya tidak menggubris keinginannya ini.
Kehamilan S baru terungkap saat kandungan sudah tua, menjelang masa kelahiran. Sampai saat ini, ayah bayi pertamanya itu belum dikenali siapa. Sebab, S diperkosa banyak pria yang tak diketahui identitasnya.
Baca Juga: Audi Marissa Dituduh Hamil Duluan, Dokternya Sampai Klarifikasi
Setelah sempat dibebaskan dari belenggu pasung dan menjalankan proses persalinan, S kembali dipasung lagi. Bukan tanpa sebab, keluarga memasungnya lantaran muncul ketakutan akan mengamuk seperti sedia kala.
Sayangnya, pada pemasungan kedua S masih mendapat perlakuan bejat serupa. Ia kembali dilecehkan oleh sejumlah pria.
Dua tahun berselang, S ternyata hamil untuk kedua kalinya. Namun, kali ini pelaku berhasil dibekuk lantaran warga sudah merasa curiga.
Jadi, sampai saat ini S sudah mempunyai anak dua. Kedua anak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar tersebut kini dirawat oleh kakaknya.
Sementara itu, S kini menjalani perawatan di Yayasan Rumah Pulih Jiwa.
Kabar yang dibagikan Eva sontak menjadi sorotan. Sejumlah warganet tampak murka mengetahui kisah wanita eks TKW ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Jaga Marwah Non-Blok, Connie Ingatkan Presiden Tak Sembarang Bayar Iuran Dewan Perdamaian
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?