Suara.com - Bangladesh menandatangani kesepakatan dengan Serum Institute of India pada Kamis (5/11/2020) untuk membeli 30 juta dosis kandidat vaksin virus corona yang sedang dikembangkan oleh produsen obat asal Inggris, AstraZeneca.
Vaksin COVID-19 eksperimental AstraZeneca dipandang sebagai salah satu kandidat paling maju dalam perlombaan melawan virus corona baru.
"Kapan pun vaksin siap, Institut Serum akan memberi kita 30 juta dosis pada tahap pertama," kata Menteri Kesehatan Bangladesh Zahid Maleque kepada wartawan setelah kesepakatan ditandatangani di Dhaka.
Dia mengatakan lima juta dosis vaksin per bulan akan dibeli melalui pembuat obat Bangladesh, Beximco Pharmaceuticals.
"Kita akan dapat memvaksinasi 15 juta orang, dua suntikan vaksin diperlukan untuk setiap orang dengan jarak 28 hari," kata Maleque.
Dia mengatakan Serum Institute akan menyediakan vaksin dengan harga yang sama dengan yang dibayar India. Beberapa sumber mengatakan harga vaksin tersebut kemungkinan dipatok empat dolar AS (sekitar Rp57 ribu) hingga lima dolar AS (sekitar Rp71 ribu) per dosis.
Bangladesh sedang berada dalam pembicaraan dengan mitra pembangunan, termasuk Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, untuk mengamankan dana bagi pembelian vaksin tersebut, kata pejabat pemerintah.
Sementara itu, ada keraguan atas uji coba tahap akhir vaksin virus corona potensial buatan Sinovac Biotech di Bangladesh setelah Dhaka menolak memenuhi permintaan perusahaan China tersebut soal pendanaan bersama.
Para ahli khawatir Bangladesh akan menghadapi lonjakan infeksi lain selama musim dingin. Negara Asia Selatan itu sejauh ini mengonfirmasi 416.006 kasus, termasuk 6.021 kematian.
Baca Juga: Puluhan Ribu Orang Demo di Bangladesh, Serukan Boikot Produk Prancis
The Serum Institute, perusahaan terbesar di dunia dalam jumlah produksi vaksin, telah bermitra dengan AstraZeneca, Gates Foundation, dan aliansi vaksin GAVI untuk memproduksi lebih dari satu miliar dosis vaksin COVID-19 untuk pasokan global.
Lembaga itu sedang mengadakan uji coba untuk tiga vaksin virus corona potensial, termasuk satu yang dilisensikan ke AstraZeneca oleh Universitas Oxford.
AstraZeneca mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya menahan pengiriman sementara menunggu data dari uji klinis tahap akhir untuk memaksimalkan masa simpan persediaan.
Produsen obat tersebut telah menandatangani beberapa kesepakatan pasokan dan manufaktur dengan banyak perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia.
Data pada Oktober menunjukkan bahwa vaksin tersebut menghasilkan respons kekebalan pada orang dewasa tua dan muda. [antara]
Tag
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar