Suara.com - Amerika Serikat saat ini sedang menunggu apakah antara Donald Trump dari Partai Republik, atau Joe Biden dari Demokrat, yang akan memimpin empat tahun ke depan.
Di tengah penghitungan suara, sempat beredar sebuah sampul majalah Time yang menggambarkan Donald Trump keluar dari sebuah pintu.
Dalam sampul tersebut bertuliskan "Time to go..." jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah "waktunya untuk pergi".
"Selamat, Donald J Trump. Anda membuat sampul Majalah Time Lagi," tulis seorang warganet di akun media sosial Twitter sembari memposting sampul tersebut.
Seorang penulis novel dan kolumnis Shobhaa De juga men-tweet gambar tersebut. Tweet-nya di-retweet lebih dari 170 kali dan mendapatkan lebih dari 800 like.
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Suara.com dengan menyadur dari The Logical India, sampul tersebut adalah palsu atau hoaks
Menyadur The Logical India, ada sejumlah perbedaan yang sangat terlihat antara sampul soal Trump dan sampul dari Majalah Time yang asli.
Berdasarkan sampul majalah Time asli, ada fitur reguler yang hilang dari sampul yang viral tersebut. Seperti tanggal terbitan di pojok kanan atas dan stempel TIME.com di pojok kanan bawah.
Baca Juga: Natalius Pigai: Amerika Serikat Ingin Habib Rizieq Pulang ke Indonesia
Lebih lanjut, Majalah Time biasanya mengumumkan peluncuran terbitan beritanya secara online. Dan untuk sampul yang viral tersebut, tidak ada di arsip atau postingan akun media sosial Majalah Time yang asli.
Majalah Time memang sempat menampilkan Donald Trump dalam edisi Mei, tetapi terlihat sangat berbeda dari sampul yang viral tersebut.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Majalah Time atas sampul yang menjadi viral dan perbincangan di jagad media sosial tersebut.
Untuk diketahui, perolehan suara sementara hingga saat ini, Donald Trump tertinggal dengan suara 214 suara, sedangkan Joe Biden sudah mendapatkan 264 suara elektoral, menurut data yang disajikan oleh The Guardian.
Sedangkan menurut data yang disajikan New York Times juga menunjukkan kondisi yang sama, di mana Trump masih tertinggal dengan perolehan 214 suara sedangkan Biden mendapat 253 suara elektoral.
Untuk dapat melenggang ke Gedung Putih, setiap calon harus mengumpulkan minimal 270 suara elektoral, meskipun sudah menang perolehan suara populer dari masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI