Suara.com - Seorang perempuan menjadi pelecehan seksual oleh bosnya ketika sedang tidur di mes tempatnya bekerja. Ia pun meminta tolong melalui sosial media TikTok.
Lewat unggahan TikTok-nya, perempuan itu menceritakan bagaimana si bos tiba-tiba masuk ke dalam mesnya ketika ia sedang tidur.
Mengetahui ada orang asing yang masuk ke ruang privatnya, perempuan itu langsung bangun dari tidurnya.
"Semalam aku jadi korban pelecehan pas lagi tidur di tempat mes. Untungnya aku langsung bangun pas kejadian," curhat dia.
Ia tak menyangka jika bosnya yang sudah memiliki istri dan anak tega berbuat hina kepada dirinya.
"Seketika hati hancur banget, dan perasaan enggak karuan," tulis dia sedih.
Di satu sisi, dia ingin meminta tolong kepada orang atas kejadian tersebut. Namun, ia bimbang jika laporan itu bisa mempengaruhi pekerjaan dan karirnya.
Terlebih, bosnya mengancam agar ia merahasiakan kejadian tersebut.
"Mau bilang dan ceritain, tapi takut banget karena posisi aku hanya sebagai karyawan. Tapi bosnya bilang jangan sampai masalah ini ketahuan di luar," tulis dia lagi.
Baca Juga: Geger Video Tuhan Itu Enggak Ada, Endingnya Tak Terduga
Karena tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, perempuan itu lantas membuat unggahan dan meminta tolong melalui TikTok-nya.
"Help me," tulis dia.
Perempuan itu juga mengungkap bahwa akhirnya ia langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Seketika unggahan itu banjir perhatian dari warganet. Mereka memberi semangat kepada karyawati itu dan menyarankan agar dia melaporkannya kepada pihak berwajib.
"Pertahankan harga diri lu kak. Pekerjaan amsih banyak di luar sana. Rezeki enggak akan ke mana. Semangat! Thanks sudah share masalah ini," tulis Yoo Dream menyemangati.
"Lapor ke istrinya, terus kamu keluar mbak. Masih banyak pekerjaan lain di luar sana. Semangat Mbak!" imbuh Annisa Yolanda.
"Sabar kak. Memang orang buruh seperti kita selalu dipandang rendah dan dilecehkan. Tetap semangat kak," komentar Ervin Anggi.
Berita Terkait
-
Geger Video Tuhan Itu Enggak Ada, Endingnya Tak Terduga
-
Lagi Viral 'Kembaran' Anya Geraldine Jaga Warkop, Bikin Pelanggan Betah
-
Mendikbud Nadiem Kasihan, Alokasi Dana BOS untuk Sekolah Kecil Akan Naik
-
Kabar Baik! Nadiem Janji Tambah Alokasi Dana BOS untuk Sekolah di Daerah 3T
-
Kontroversi Bintang TikTok Cium Penggemar di Bawah Umur: Kami Teman Baik!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?