Suara.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin (9/11/2020) waktu setempat, bahwa dia telah memberhentikan Menteri Pertahanan Mark Esper, dan menggantinya dengan direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional.
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Christopher C. Miller, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional yang sangat dihormati (dengan suara bulat dikonfirmasi oleh Senat), akan menjadi Penjabat Menteri Pertahanan, berlaku segera," kata presiden di Twitter sebagaimana dilansir dari kantor berita Anadolu.
"Chris akan melakukan pekerjaan yang HEBAT! Mark Esper telah dipecat. Saya ingin berterima kasih atas jasanya," tambahnya.
Diketahui, hubungan Donald Trump dengan Mark Esper sudah sejak beberapa lama dilaporkan media-media renggang. Di mana sosok Mark Esper disebut-sebut sebagai salah satu pejabat kabinet yang sudah lama diperkirakan akan 'diusir' setelah pemilihan.
Terkini, NBC News melaporkan pada Kamis pekan lalu, Mark Esper bahkan telah menyiapkan surat pengunduran diri.
Media di Amerika itu mengutip tiga pejabat pertahanan saat ini yang mengatakan bahwa Esper menyiapkan surat itu "karena dia adalah salah satu pejabat Kabinet yang sudah lama diperkirakan akan diusir setelah pemilihan."
Kepala pertahanan telah lama berselisih dengan Presiden Donald Trump, menurut beberapa laporan, termasuk atas penggunaan Pengawal Nasional oleh Trump untuk memadamkan protes musim panas ini.
NBC News melaporkan Esper membantu anggota Kongres menyusun rancangan undang-undang untuk menghapus nama-nama pemimpin Konfederasi dari pangkalan militer.
Menurut para pejabat, pekan lalu, Esper memberikan kerangka tertulis kepada para pemimpin Pentagon untuk mengganti nama instalasi dan bahkan mungkin kapal dan nama jalan di pangkalan untuk menghormati jenderal atau pemimpin Konfederasi.
Baca Juga: Klaim Kemenangan Donald Trump Ditertawakan Koran Partai Komunis Cina
Langkah itu dapat membuat Esper semakin berselisih dengan presiden, kata laporan itu.
Laporan itu muncul saat AS menunggu hasil pemilu yang akan memutuskan siapa yang akan menjadi presiden ke-46 negara itu.
Berita Terkait
-
Klaim Kemenangan Donald Trump Ditertawakan Koran Partai Komunis Cina
-
Refleksi Pemilu Amerika Serikat bagi Indonesia
-
Koran Partai Komunis China Ejek Donald Trump: Ha-ha-ha
-
Kepribadian Trump Berdasar Zodiak, Benarkah Sulit Menerima Kekalahan?
-
Terancam Cerai Lagi, Begini Lika-Liku Pernikahan Donald Trump
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Bahas Kereta Listrik, Mahasiswa: Jangan Sampai Cuma Pindah Beban Karbon ke Kementerian Sebelah
-
Ironi Harta Miliaran Bupati Pati dan Walkot Madiun: Sama-sama Terjaring OTT KPK, Siapa Paling Kaya?
-
Komisi A DPRD DKI Soroti 'Timing' Modifikasi Cuaca Jakarta: Jangan Sampai Buang Anggaran!
-
Pakai Jaket Biru dan Topi Hitam, Wali Kota Madiun Maidi Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
-
Horor di Serang! Makam 7 Tahun Dibongkar, Tengkorak Jenazah Raib Misterius
-
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
-
Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan