- Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyampaikan pesan Presiden Prabowo tentang soliditas TNI-Polri di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
- Presiden Prabowo menekankan kekompakan TNI dan Polri sebagai kunci menjaga keutuhan negara dan amanah rakyat.
- Soliditas institusi penting untuk menghadapi dinamika global serta mencegah perpecahan berdasarkan sejarah masa lalu.
Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya soliditas antara TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Listyo saat menghadiri acara buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurut Listyo, Presiden Prabowo berulang kali menegaskan bahwa kekompakan TNI dan Polri menjadi kunci menjaga keutuhan negara.
"Bapak Presiden berkali-kali selalu menyampaikan di dalam pidatonya, TNI dan Polri harus selalu bersatu, kompak dan bersinergi," ungkap Listyo.
Ia menyebut Presiden juga mengingatkan bahwa TNI dan Polri memiliki sejarah perjuangan yang sama sejak masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Beliau menyampaikan bahwa TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan. Oleh karena itu beliau selalu sampaikan maka TNI harus jadi TNI rakyat, Polri harus jadi polisinya rakyat," katanya.
Listyo menilai tugas menjaga keamanan dan pertahanan negara merupakan amanah besar yang harus dipegang setiap personel TNI dan Polri, terutama di tengah dinamika global yang terus berkembang.
"Dan oleh karena itu untuk menjaga ke depan bagaimana kita terus menjaga soliditas menjaga sinergitas dan menjaga agar TNI-Polri bisa betul-betul melaksanakan amanah menghadapi dinamika global yang ada menghadapi dampak global yang ada dan ancamannya terhadap situasi dalam negeri," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengalaman sejarah Indonesia yang pernah terpecah akibat politik devide et impera pada masa penjajahan Belanda selama ratusan tahun.
Baca Juga: TNI Masuk Fase Siaga 1, Masyarakat Khawatir Adanya Potensi Represi
"Di satu sisi kita pernah punya pengalaman bahwa kita pernah dipecah belah. Pilihan kita, kita bersatu dalam kebinekaan atau kita memilih kemudian berhasil dihasut dan dipecah belah dan kita mengalami kemunduran dan itu tugas kita bersama untuk menjaga NKRI kita yang tercinta," tegasnya.
Karena itu, Listyo menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan antara TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat agar persatuan bangsa tetap terjaga.
"Ini yang tentunya harus terus kita jaga bahwa kebersamaan antara TNI-Polri dan rakyat itu menjadi satu kesatuan untuk bisa menjaga NKRI bumi kita tercinta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
TNI Masuk Fase Siaga 1, Masyarakat Khawatir Adanya Potensi Represi
-
DPR Dorong Penguatan Baharkam Polri, Fungsi Pencegahan Kejahatan Harus Diperkuat
-
Polri Targetkan Bhabinkamtibmas Jadi Super Polisi yang Serba Bisa Penolong Masyarakat
-
Viral Simulator Kuda Polri, Kadiv Humas: Pengadaan 2016, Harganya Rp1 Miliar
-
Gerak Cepat Jenderal Maruli, TNI AD Bangun 40 Jembatan di Aceh, Ini Lokasi Lengkapnya
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering