Suara.com - Dilip Wedaarachchi, anggota parlemen oposisi Sri Lanka menggigit ikan mentah selama konferensi pers untuk membantu meningkatkan industri yang merosot.
Menyadur United Press International pada Kamis (19/11), pria yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perikanan ini ingin membuktikan pada penduduk bahwa ikan mentah aman dari Covid-19.
Dalam konferensi pers tersebut, Dilip Wedaarachchi mengungkakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan kemerosotan dalam industri perikanan Sri Lanka, sumber utama pendapatan negara itu.
Ia mengatakan penjualan ikan terpukul besar ketika wabah virus corona ditemukan di ibu kota komersial negara itu.
"Saya mengimbau masyarakat negara ini untuk memakan ikan. Jangan takut. Virus corona tidak akan menginfeksi Anda," kata anggota parlemen itu, sebelum menggigit ikan mentah.
Daily Mail memberitakan nelayan Sri Lanka mengalami situasi buruk atas pandemi ini dan memiliki banyak utang karena tak bisa menjual ikan hasil tangkapan.
Puluhan ribu ton ikan tidak terjual setelah sentral pasar ikan yang berada di pinggiran Kolombo, Ibu Kota Sri Lanka terpaksa ditutup menyusul ditemukannya wabah Covid-19 bulan lalu.
Badan Standar Makanan di Inggris ikut memastikan sangat tidak mungkin masyarakat dapat tertular virus corona dari makanan.
Baca Juga: Ngilu, Ada Ikan Hidup Tersangkut di Tenggorokan Nelayan Ini, Kok Bisa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko