Suara.com - Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah menjadi salah satu sosok yang banyak dicari publik usai Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK, Rabu (25/11/2020).
Salah satu tokoh yang pernah mendapat penghargaan Bintang Mahaputera itu disorot lantaran diketahui ikut membudayakan lobster di daerah Nusa Tenggara Barat.
Fahri Hamzah dalam acara Kabar Petang angkat bicara perihal bisnis lobster yang ditekuninya sejak awal tahun 2020 lalu. Dia secara terang-terangan mengaku rugi besar menjalani bisnis yang sebenarnya cukup strategis ini.
"Saya menghitung dari harga ideal dari petani sampai pengirimannya gak masuk, ini bisnis rugi," tegas Fahri Hamzah dikutip Suara.com dari tayangan video kanal YouTube TV One News.
Fahri Hamzah bercerita lika-liku dan prosedur bisnis lobster yang menurutnya sangat riskan dengan resiko, dimulai dari pengurusan surat izin pendirian usaha.
"Tentu pengurusan izin tidak mudah karena ada keharusan dan kewajiban memiliki nelayan binaan. Ada dua kategori nelayan, tangkap dan budidaya. Itu dikumpulkan, saya melakukan Februari Maret karena semua berkas tanda tangan persetujuan dan kontrak harus disiapkan," ungkap Fahri Hamzah.
Kemudian, Fahri Hamzah mengaku dirinya mengumpulkan banyak nelayan. Ada sekitar 2 ribu nelayan di Nusa Tenggara Barat yang berhasil diajaknya. Oleh sebab itu, Fahri Hamzah mengatakan bisnis lobster sebenarnya ideal untuk dilakukan. Sebab, nelayan bisa ikut diuntungkan.
"Ini ideal sekali karena mereka berhasil dibina, mereka tidak saja bisa melakukan penangkapan, tapi bisa budidaya," kata Fahri Hamzah.
Meski begitu, Fahri Hamzah menegaskan bahwa bisnis lobster tetap saja butuh biaya sangat besar. Pasalnya, teknologinya belum terlalu populer.
Baca Juga: Menteri Edhy Tak Segarang Bu Susi Sebabkan Illegal Fishing Marak di Natuna?
"Budidaya lobster itu bisnis mahal karena pengusaha cenderung hanya nangkap. Teknologi belum populer," ujar dia.
"Bulan April saya apply, diverifikasi syaratnya, 30 poin diverifikasi satu per satu. Juni turun lapangan diperiksa, betul gak punya infrastruktur sampai berurusan dengan Kemenkeu karena setiap benih yang diekspor itu langsung diambil uangnya oleh negara. Sampai sekarang, uang perusahaan sekitar 1 milyar ada di dalam kas bank negara Indonesia yang diambil setiap ada pengiriman," jelas Fahri Hamzah menambahkan.
Fahri Hamzah lantas mengungkit perihal kerugian yang dialaminya dalam dua kali pengiriman sehingga membuat dia menghentikan budidaya lobster.
"Saya mencoba mengirim 16 juli dan 19 juli tapi dua pengiriman itu rugi. Nah saya menyuruh teman-teman stop, kita gak jalan lagi karena ini ada masalah," tegas Fahri Hamzah
Menurut Fahri Hamzah, ada beberapa kendala dalam bisnis lobster dari mulai benihnya atau benur.
Fahri Hamzah mengatakan, perubahan warna benur saja membuat harga langsung jatuh. Belum lagi dihadapkan pada minimnya teknologi dan tekanan pengiriman barang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran
-
Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran
-
Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19