Suara.com - Sebuah cerita tentang driver ojol yang mengembalikan dompet pelanggan dibagikan oleh akun jejaring media sosial Instagram @muelleon membuat haru. Cerita ini viral.
Cerita ini diposting langsung oleh si pemilik dompet bernama Samuel Leonardi Naibaho. Ia merasa beruntung dapat bertemu dengan driver ojol itu.
Berdasarkan cerita di akun tersebut, driver ojol itu bernama Wahyu Solehudin. Samuel bercerita awalnya ia kehilangan dompetnya pada Sabtu (21/11/2020).
Namun tak lama kemudian, Wahyu berhasil mengembalikan dompet Samuel. Padahal belum genap 24 jam dompet itu hilang.
Ternyata, Wahyu berkeliling untuk mendapatkan alamat Samuel. Wahyu rela berkeliling Cigugur Tengah untuk mengembalikan dompet penumpangnya.
"Singkat cerita, belum genap 24 jam dompet sudah di tanganku setelah pak Wahyu keliling Cigugur Tengah cari alamatku cuma buat ngembaliin dompet orang yang nggak dikenalnya," tulis Samuel, seperti dikutip Suara.com, Kamis (3/12/2020).
Rupanya yang membuat Wahyu kesulitan mencari alamat karena KTP yang berada di dalam dompet masih yang lama.
"Ia kesulitan cari alamatku karena di dompet masih kusimpan KTP lama," lanjutnya.
Sayangnya, saat Wahyu mengembalikan dompet, Samuel sedang tidak berada di rumah. Tapi, karena ingin berterima kasih akhirnya Samuel menemui Wahyu.
Baca Juga: Kelakuan Kurir Ekspedisi Bikin Resah, Wanita Ini Malah Diajak PDKT
Mereka bertemu di salah satu restoran di Bandung. Ia berpikir Wahyu akan datang bersama keluarganya.
Nyatanya, Wahyu datang seorang diri. Istri Wahyu sedang sakit dan anaknya sudah meninggal 20 hari setelah dilahirkan.
"Mendengar sedikit-banyak cerita pak Wahyu, kehidupannya memang berat. Bekerja sebagai driver ojol tidak cukup. Ia juga guru di salah satu pondok, kadang juru masak, dan serabutan lainnya." tulisnya.
Cerita ini membuat warganet terharu dan takjub dengan sosok Wahyu. Mereka berharap agar Wahyu bisa diberikan rezeki dan keselamatan.
"Panjang umur untuk semua hal-hal baik," tulis akun @nanoyy_.
"Sehat dan bahagia selalu untuk mereka yang menebar kebaikan," tulis akun @ilhamwahyudie89.
Berita Terkait
-
Viral Penumpang Pesawat Rebutan Kursi, Endingnya Bikin Ngakak
-
Maksud Hati Kasih Kejutan Ultah, Rambut Wanita Ini Malah Terbakar
-
Viral Pria Ancam Penggal Kepala Habib Rizieq, FPI: Cari Sensasi
-
Viral Orang Diduga Lari dari Utang, Berkedok Sakit Modal Foto dari Google
-
Bahayanya Bisa Picu Kematian, Viral Bocah Minum Air Comberan Demi Konten
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum