Suara.com - Jelang Pilkada Serentak tanggal 9 Desember 2020 mendatang, pasangan calon kepala daerah di berbagai wilayah telah melalui tahap debat terbuka.
Tetapi dari sekian banyak debat calon kepala daerah yang telah dilakukan, debat terbuka calon bupati dan wakil bupati Bengkulu Utara menjadi satu yang paling menyedot perhatian publik.
Pilkada Bengkulu Utara diketahui hanya diikuti oleh satu pasangan calon yakni H. Mian yang berpasangan dengan Arie Septia Adinata.
Keduanya saat sesi pertanyaan cepat yang harus dijawab dengan cepat, pasangan tersebut keceplosan salah menjawab pertanyaan yang mengejutkan.
"Rakyat yang susah atau pejabat daerah yang susah?" tanya moderator acara tersebut dikutip Suara.com, Minggu (06/12/2020).
"Rakyat!" jawab pasangan calon tersebut kompak yang langsung disambut keriuhan hadirin di ruang debat itu.
Sambil terkekeh, keduanya akhirnya merevisi jawaban tersebut dan mengatakan kalau lebih baik pejabat daerahnya yang susah.
Debat yang tayang di kanal YouTube RBTV Camkoha tersebut akhirnya viral di berbagai media sosial.
Di Twitter, penggalan video itu diunggah oleh akun @tvindonesiawkwk hingga mendapat ribuan tanggapan dari warganet.
Baca Juga: Jelang Pilbup Siak, Jalan Mulus; Warga: Kalau Bisa 2 Tahun Sekali Pilkada
"Kalo golput dosa gak si? Gue gamau milih anjir tar salah pilih lagi ancur ae ni negara," celetuk warganet dengan akun @bukaan***
"Wkwkkwkw negara kita tuh transparan loh yang korupsi jelas-jelas keliatan, cuma ya gitu aja dihukumnya formalitas ntar lah bisa kabur, di penjaranya kaya hotel, yang sementara yang maling motor digebukin Ampe mati," timpal akun lainnya @fry***
"Ngeliat ini jadi keinget sama iklan rokok djarum76, dia minta sama jin untuk jadi pejabat yang sukses, kaya, dan "jujur". Akhirnya bener pas kampanye dia bilang mau korupsi, karena dia minta jadi jujur," sambung akun @summer***
Adapun tema debat terbuka tersebut adalah "Strategi Memajukan Kabupaten Bengkulu Utara dengan Memanfaatkan Sumber Daya di Tengah Pandemi Covid-19."
Video selengkapnya di sini.
Berita Terkait
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen
-
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
-
Menyoal Kewaspadaan Rakyat di Tengah Kultus Mas Bahlil Ganteng
-
Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik
-
Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi