Suara.com - Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha, meragukan klaim Korea Utara bahwa mereka tidak memiliki kasus virus corona pada Sabtu (5/12) dan jutsru menawarkan bantuan kepada Korea Selatan dalam memerangi pandemi.
Melalui pernyataan resminya, Kang mengatakan pada konferensi keamanan tahunan IISS Manama Dialogue bahwa Pyongyang tidak terlalu responsif terhadap tawaran bantuan dari Seoul.
"Mereka masih mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kasus apa pun, yang sulit dipercaya. Semua tanda-tandanya adalah bahwa rezim sangat fokus pada pengendalian penyakit yang mereka katakan tidak mereka miliki, jadi ini adalah situasi yang agak aneh," kata Kang dilansir laman Channel News Asia, Selasa (8/12/2020).
Dalam laporan mingguan terbaru ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Utara mengatakan tidak memiliki kasus virus corona yang dikonfirmasi, meskipun mengutip 8.594 "kasus yang diduga".
Pandemi semakin mengisolasi Korea Utara, yang telah beralih ke pengambilan keputusan yang lebih top-down di mana hanya sedikit yang dibahas tentang langkah-langkah negara itu untuk mengatasi Covid-19, kata Kang.
Kantor berita negara Korea Utara KCNA mengatakan minggu ini bahwa negara tersebut telah memberlakukan tindakan darurat kelas atas untuk mencegah virus corona yang menyebabkan Covid-19 masuk ke negara itu, melakukan upaya anti-virus yang ketat.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan, wabah di Korea Utara tidak dapat dikesampingkan karena negara itu memiliki perdagangan dan pertukaran orang-ke-orang dengan China, tempat penyakit muncul setahun lalu, sebelum menutup perbatasan pada akhir Januari lalu.
Para analis mengatakan, wabah itu bisa menghancurkan negara yang terisolasi secara ekonomi dan politik.
Baca Juga: 50 Ribu Warga Korut Dikabarkan Tewas di Kamp Karantina Rahasia Covid-19
Berita Terkait
-
Satgas Covid-19: Angka Positif Corona Tetap Tinggi Jika Warga Tak Taat 3M
-
Kim Jong Un Dikabarkan Sudah Suntik Vaksin Covid-19, Buatan Siapa?
-
Geger! Kim Jong Un Disebut Dapat Vaksin Covid-19 dari China
-
Teman Sekolah Ungkap Masa Remaja Kim Jong Un, Dulu Takut Perempuan?
-
Nelayan Dilarang Melaut, Korea Utara Perketat Aturan Cegah Covid-19 Masuk
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025