Suara.com - Publik kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang merekam aksi lancang debt collector memberhetikan tiba-tiba pengendara motor.
Kali ini, debt collector membuat publik seketika murka lantaran bertingkah tak sopan, mengancam, berkata kotor, bahkan meludahi pemotor yang dicegatnya.
Pengelola akun Instagram @warung_jurnalis membagikan video yang disebut-sebut terjadi di Cipinan Bali, Jakarta Timur ini.
Dalam video berdurasi 1 menit 7 detik tersebut, tampak dua debt collector berbaju merah memberhentikan si perekam gambar.
Salah seorang dari debt collector kemudian turun dari motor dan melemparkan ancaman serta perkataan kotor.
Namun, hal itu dibalas oleh korban yang tidak terima diberhentikan. Apalagi pihak Debt Collector disebut-sebut tidak bisa menunjukkan surat tugasnya.
"Kalian berani berhentiin-berhentiin saya. Iya saya minta baik-baik ada enggak surat tugasnya," tukas korban geregetan.
Tak lama, debt collector tersebut terlihat semakin kesal lantaran tidak bisa mendapatkan apa yang diincarnya.
Sesudahnya, debt collector yang sebelumnya turun dari motor kembali menaiki kendaraannya untuk bergegas pergi dari sana.
Baca Juga: Tega! Nenek dan Tante Siksa Anak Usia 7 Tahun, Masih Ponakan Kandung!
Hanya saja, debt collector itu tidak langsung pergi begitu saja. Dia malah meludah ke jalan lalu melempar kata kasar yang dianggap tak layak diucapkan.
Video rekaman aksi debt collector tersebut viral di media sosial. Kekinian, video itu telah menembus 50 ribu kali ditayangkan dan dibanjiri berbagai komentar.
"Debt collector pakai motor gak ada pelatnya. Yang dibonceng gak pakai helm," kata @dwiepe12 mengomentari tampilannya.
"Kalau dikasih motor raib. Pengalaman kakak saya, motor gak ada pas dicek ke kantor leasing," balas @ahmad_bagus92.
"Iya benar waktu kemarin adek saya juga kena sama debt collector di jalan diminta Rp 1,5 juta dan saat kita minta surat keterangan dari leasingnya dia gak bisa nunjukin, dia malah ngotot. Dia langsung bergerimbol banyak bawa pasukan hampir 10 orang. Buat pihak terkait tolong segera beresin oknum-oknum ini. Dia biasanya ada di sekitaran Buaran, Cipinang, dan Jatinegara. Hati-hati guys," himbau warganet lainnya.
"Itu gak benar dan boleh dilawan. Saya juga ada kok teman di bagian penarikan. Kalau target unit ketemu di jalan pasti sama debt collectornya digiring ke kantor. sampai kantor baru diselesain. Bukan ngerampas di tengah jalan, lawan aja yang kayak gitu," tukas @aghitafrisley menanggapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?