Suara.com - Sebuah informasi yang mengklaim Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan sertifikasi halal untuk sebuah produk kondom beredar di jagat maya. Benarkah demikian?
Informasi tersebut awalnya dibagikan oleh akun media sosial Facebook milik Hertina Mustika Wati.
Dalam postingannya, dia membagikan foto yang dibarengi dengan keterangan bahwa MUI menerbitkan sertifikasi halal untuk kondom.
Parahnya, akun tersebut mengatakan kondom yang telah memiliki sertifikasi logo halal dari MUI itu mengandung air zamzam.
Informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Lalu bagaimana kebenaran informasi sertifikasi halal dari MUI dalam sebuah produk kondom?
Penjelasan
Informasi yang menyebutkan MUI memberikan sertifikasi halal dalam sebuah produk kondom adalah hoaks.
Hal ini diungkapkan oleh akun Instagram @turnbackhoaxid setelah menelusuri beberapa fakta.
Baca Juga: Ditanya Soal Kerumunan di Megamendung, Habib Rizieq Bungkam
Dalam penelusuran lebih lanjut, MUI mengklaim pemberian sertifikasi halal untuk kondom adalah tidak berdasar.
Wakil Direktur LPPOM Muti Arintawati menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikasi halal untuk kondom.
Selain itu, untuk kandungan air zamzam yang disebutkan oleh akun Facebook Hertina Mustika Wati juga dianggap tidak benar.
Lebih lanjut, untuk logo halal yang berada di foto tersebut diketahui bukan logo halal yang dikeluarkan oleh MUI.
Ternyata, foto tersebut merupakan gambar serupa yang diunggah oleh laman thinkatheist.com sejak 26 Juni 2011.
Dalam unggahan laman tersebut, menyebutkan kondom halal yang terdapat dalam foto bisa menjauhkan seseorang dari setan.
Selain itu tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai informasi kondom halal itu.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi tentang kondom halal tersebut adalah hoaks.
Hal tersebut karena dari penjelasan MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikasi halal untuk produk kondom.
Selain itu, foto yang diunggah oleh akun Facebook tersebut merupakan foto serupa yang dinggah oleh laman thinkatheist.com sejak 26 Juni 2011.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Prabowo Subianto Mengundurkan Diri dari Menhan?
-
CEK FAKTA: Seorang Wanita Perkosa Mertuanya 7 Kali Hingga Tewas, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Benarkah 1,2 Juta Vaksin Covid-19 dari Eropa Tiba di Indonesia?
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Demo Tuntut Papua Barat Merdeka di Surabaya?
-
CEK FAKTA: Lionel Messi Dukung Salah Satu Cabup Halmahera Utara, Benarkah?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!