Suara.com - Kabar tentang adanya demonstrasi menuntut kemerdekaan Papua Barat yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, berseliweran di media-media sosial.
Narasi tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Khoirunnisa pada 2 Desember 2020. Dia juga menyertakan foto tangkapan layar cuitan Twitter akun Mas Piyu Ori, yang berisikan narasi serta potret saat aksi unjuk rasa.
Berikut narasi yang ditulis:
"Mana banser?
Ngakunya paling NKRI ..
Ada demo papua ,
Nga keliatan batang hidungnya.... ngumpet ??".
Benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, demo menuntut kemerdekaan Papua Barat benar terjadi di Surabaya.
Lewat perangkat lunak tweetbeaver.com, diketahui pemilik akun Twitter @MaspiyuO benar mengunggah cuitan tersebut.
Dalam cuitan tersebut, disematkan tautan laman daring portal-islam.id, yang mengunggah artikel bahwa aksi unjuk rasa terjadi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mahasiswa UIR Demo Menuntut Presiden Jokowi Lengser?
Aksi unjuk rasa ini juga dilakukan untuk merayakan proses deklarasi kemerdekaan Papua Barat. Massa yang terlibat dalam aksi ini adalah Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP).
Kemudian penelusuran dilanjutkan ke akun Twitter Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua, @friwp melalui tweetbeaver.com.
Thread cuitan ini menunjukkan aksi unjuk rasa peringatan deklarasi kemerdekaan West Papua di Surabaya. Cuitan diunggah pada 1 Desember 2020.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut bahwa terjadi aksi unjuk rasa mengenai tuntutan Papua Barat Merdeka di Surabaya adalah klaim yang benar.
Referensi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal