Suara.com - Politikus Nasdem Irma Suryani Chaniago memberikan tanggapan soal reshuffle kabinet kerja Indonesia Maju.
Hal itu dia sampaikan dalam sebuah acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One. Dalam acara tersebut, dia menanggapi pernyataan Politikus PDIP Hendrawan Supratikno.
Hendrawan Supratikno menyebut reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo ini sebagai kabinet Undang-undang Cipta Kerja.
Irma menyepakati pernyataan yang dilontarkan oleh Hendrawan yang menyebut kabinet ini sebagai kabinet Undang-undang Cipta Kerja.
Menurut dia, pemilihan menteri yang dilakukan Jokowi dalam perombakan kabinet ini sudah sangat bagus.
Menteri-menteri yang dipilih menurut Irma sudah sangat kompeten. Sebab menurut dia, apapun yang dilakukan Jokowi pasti dengan niat baik.
"Tentu saya sepakat, apapun yang dilakukan oleh pak presiden, tentu ada nawaitu baiknya, nawaitu positifnya," ujar Irma, seperti dikutip Suara.com dari kanal Youtube Apa Kabar Indonesia TV One.
Akan tetapi, Irma menegaskan adanya hal ini menjadi akhir dari komentar-komentar yang menganggu.
"Tapi sekali lagi, jangan juga lah ganggu-ganggu dengan komentar-komentar yang menurut saya menurut saya terlalu memojokkan. Sementara menterinya ada di dalam," tukasnya.
Baca Juga: Debat Panas! Fadli Zon Skakmat Irma Suryani soal Kerumunan Rizieq: Fitnah
Irma meminta agar semuanya berhenti untuk saling memojokkan dan sama-sama membangun Indonesia menjadi lebih baik.
"Untuk itu, stop lah, mari kita sama-sama bangun ke depan menjadi lebih baik, kemudian suasana menjadi kondusif, demo berjilid-jilid juga selesai," tegas Irma.
Lebih lanjut, Irma mengatakan adanya suara-suara yang konstruktif dan menyerang itu karena tidak konsisten.
"Ini artinya tidak konsisten, ya harusnya kan kalau bergabung harus konsisten," katanya.
Menurut dia, Jokowi telah mengambil sikap-sikap untuk menciptakan dan membangun Indonesia yang lebih baik. Untuk itu, Irma meminta agar tidak perlu menyerang Jokowi.
"Begitu banyak tantangan-tantangan yang presiden hadapi. Kasihan dengan presiden, jangan kemudian kita sudah kasih dua menteri masih juga gebukin," tutur Irma.
Tag
Berita Terkait
-
Reshuffle Kabinet, Pengusaha Cantik Solo: Jokowi Paham Performa Skuatnya
-
Sertijab Menparekraf ke Sandiaga Uno, Wishnutama Hadiahkan Puisi Bung Karno
-
Mendag Muhammad Lutfi Langsung Dapat 3 Tugas Ini dari Jokowi
-
Jokowi Lantik Sandiaga Uno Jadi Menparekraf, Waketum PAN: Sangat Cocok!
-
Jokowi Reshuffle Kabinet Lantik 6 Menteri Baru, Bima Arya: Sangat Tepat
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan