Suara.com - Bangkai badak berbulu dari era Zaman Es yang terawetkan dengan baik ditemukan di Siberia Timur, Rusia, oleh warga setempat, kata para peniliti.
Keberadaan badak tersebut terungkap dari lapisan es yang mencair di wilayah Abyisky di Yakutia, di wilayah timur laut Rusia.
Dengan sebagian besar organ dalamnya masih utuh, badak ini menjadi temuan terbaik sebagai hewan yang terawetkan dengan baik di kawasan tersebut.
- Jejak buaya purba berusia 110 juta tahun yang 'berlari seperti burung unta' ditemukan di Korea Selatan
- Dinosaurus: Elaphrosaurus 'ompong' berusia 110 juta tahun ditemukan di Australia
- Dinosarus terkecil ditemukan 'terjebak dalam getah pohon' berusia 99 juta tahun
Para ahli akan mengirim jasad badak ini ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut, bulan depan.
Mereka masih menunggu es mencair, sehingga mereka bisa membawa sisa-sisa bangkai hewan ini ke kota Yakutsk, di mana para ilmuwan akan mengambil sampel dan melakukan analisa radiokarbon.
Badak ini diyakini hidup di akhir era Pleistosen, antara 20.000 hingga 50.000 tahun yang lalu.
Valery Plotnikov, seorang peneliti yang memeriksa sisa-sisa bangkai itu, mengatakan kepada media Rusia, bahwa badak ini berusia antara tiga hingga empat tahun saat mati, kemungkinan karena tenggelam.
Dia mengatakan banyak jaringan lunak masih terlihat, termasuk bagian usus dan alat kelamin.
"Culanya juga masih awet - Ini adalah temuan yang langka, karena ini bisa terurai dengan cepat," kata Plotnikov, paleontolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, seperti dikutip dari Yakutia 24 TV.
Baca Juga: Seram! Mumi Anak Anjing Ini Memakan Badak Berbulu Terakhir di Bumi
Ada jejak goresan di cula, menunjukkan badak "secara aktif menggunakannya untuk mencari makan," katanya.
Badak ini pertama kali ditemukan oleh penduduk setempat di bulan Agustus lalu, di tepi sungai Tirekhtyakh.
Wilayah ini dekat dengan lokasi di mana badak berbulu lainnya ditemukan pada 2014 lalu. Badak yang diberi nama Sasha oleh peneliti ini, diperkirakan berusia 34.000 tahun.
Beberapa tahun terakhir, juga ditemukan sisa-sisa jasad dari mamut, badak berbulu, anak kuda, beberapa anak anjing, dan anak singa gua, di sejumlah wilayah Siberia.
Pada September, para peneliti mengatakan mereka telah menemukan bangkai beruang yang cukup terawetkan dari periode Zaman Es di Kepulauan Lyakhovsky di timur laut Rusia.
Penemuan-penemuan semacam ini lebih sering terjadi karena pemanasan global yang telah mencairkan lapiesan es di wilayah ekstrem utara dan timur Rusia.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus