Suara.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberikan kritik keras atas kontroversi legalnya aborsi di Argentina. Ia mengatakan, hal itu tak akan dijumpai di negaranya.
Menyadur Anadolu Agency Jumat (01/01), Bolsanaro memposting pendapatnya melalui cuitan Twitter dan menyebut hal itu merenggut hak para janin untuk lahir.
"Saya sangat menyesali kehidupan anak-anak Argentina, yang sekarang harus dipotong dalam rahim ibu mereka dengan persetujuan Negara."
"Sejauh itu tergantung pada saya dan pemerintah saya, aborsi tidak akan pernah disetujui di tanah kami. Kami akan selalu berjuang untuk melindungi nyawa orang yang tidak bersalah!"
Cuitan itu menjadi bumerang bagi Bolsonaro karena ia memberi komentar pedas pada Argentina sementara dirinya sendiri dianggap gagal menyelamatkan warganya karena meremehkan virus corona.
Dengan mengutip angka kematian akibat virus corona di negara itu yang hampir menyentuh 194.000, pengguna Twitter menyerang balik Bolsonaro. Mereka juga mengingatkan bahwa lebih dari 7,6 juta kasus virus corona telah terjadi di Brasil.
Sejak Alberto Fernández terpilih sebagai presiden Argentina, hubungan negara itu dengan Bolsonaro di Brasil kerap diwarnai dengan senggolan dan pelanggaran dalam hubungan tradisional antara tetangga Amerika Latin.
Menteri Brasil untuk Wanita, Keluarga dan HAM Damares Alves menulis "terima kasih Tuhan bahwa negara kami sebagian besar pro-kehidupan."
Dia juga mengatakan pemerintah saat ini bekerja untuk melindungi kehidupan anak-anak kita bahkan sebelum mereka lahir sambil mencatat bahwa ini adalah keinginan rakyat.
Baca Juga: Bolsonaro Ngotot Tolak Vaksin Covid-19, Kini Wakilnya Positif Corona
Beberapa bulan lalu, Alves dikritik keras karena dianggap mengganggu dan mencegah aborsi korban pemerkosaan yang dianggap legal di Brasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT