Suara.com - Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengungkapkan bahwa tingkat keterisian rumah sakit di berbagai daerah sudah mulai dipenuhi oleh pasien positif COVID-19.
Adib mencontohkan di Surabaya, rumah sakit sudah penuh 100 persen bahkan sudah berlebihan karena ada pasien yang mengantre di lorong rumah sakit.
"Data BOR ICU RS Rujukan COVID-19 di Surabaya 100 persen, artinya full semua, karena teman-teman IDI disana ikut terlibat dalam membangun sistem integrasi rujukan dengan covidhub, dengan Pangkogabwilhan yang ada di Indrapura, ini ada sistem yang real time, itu tadi malam per jam 18.00 menyatakan bahwa ini sudah 100 persen, bahkan dikatakan lebih dari 100 persen, karena masih ada yang di selasar-selasar IGD," kata Adib dalam diskusi Kelas Umum Pandemi LaporCovid19, Selasa (5/1/2021).
Senada dengan Adib, Dokter sekaligus sukarelawan LaporCovid-19, Tri Maharani juga melaporkan tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sudah penuh mulai 1 hingga 5 Januari 2021.
Selain itu dia juga mendapat laporan bahwa ada enam pasien corona yang meninggal saat sedang dalam perjalanan mencari ICU di rumah sakit yang masih bisa tersedia.
"Saya mendapatkan enam pasien yang meninggal di IGD karena tidak mendapatkan ICU dan sudah penuh di seluruh Jabodetabek, ada beberapa warga yang meninggal di taksi, lalu di ambulans dengan fasilitas yang tidak memadai, dan juga ada yang tidur di lantai mobil karena fasilitas tidak memadai," terangnya.
Adib menilai pemerintah tidak cukup menyelesaikan masalah perawatan pasien COVID-19 hanya dengan mengalokasikan penambahan tempat tidur, melainkan dengan peningkatan testing, tracing, dan treatment, serta mengubah perilaku masyarakat.
"Kalau kita sekadar konsentrasi pada hilirnya saja, tidak ada negara yang mampu mengatasi hanya dengan menambah kapasitas, SDM, karena kita tahu keterbatasan itu pasti akan terjadi," tegas Adib.
Sebagai informasi, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 772.103 orang di Indonesia sejak Maret 2020, 110.089 di antaranya masih dalam perawatan, 639.103 orang sembuh, dan 22.911 jiwa meninggal dunia.
Baca Juga: Banyak Pasien Corona di Jabodetabek Meninggal di Jalan Gegara RS Penuh
Berita Terkait
-
Sosok dr Abdul Azis: Ketua IDI Makassar yang Meninggal Dunia di Mekkah
-
COVID-19 Hantui Timnas Indonesia vs China
-
Polemik Mutasi Dokter, Adian PDIP Sebut Ada Beda Tafsir Antara Kemenkes dan IDAI Soal Kolegium
-
IDAI Bongkar Alasan Kemenkes Mutasi Dokter Anak ASN, 'Premanisme Kekuasaan'?
-
PB IDI Angkat Bicara Terkait Pemindahan dan Pemecatan Sejumlah Dokter di RS Vertikal
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional