Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menolak untuk membuat amandemen ke-25 agar Donald Trump diberhentikan dari jabatannya dan menggantikannya dengan hanya delapan hari tersisa masa jabatan mereka.
"Dengan hanya delapan hari tersisa dalam masa jabatan presiden, Anda dan Kaukus Demokratik menuntut agar Kabinet dan saya meminta Amandemen ke-25. Saya tidak percaya bahwa tindakan seperti itu adalah untuk kepentingan terbaik Bangsa kita atau sesuai dengan Konstitusi," tulis surat Mike Pence kepada Nancy Pelosi, disadur dari The Independent, Rabu (13/1/2021).
Mike Pence mengirim surat kepada Nancy Pelocy pada Selasa malam tepat ketika DPR mengambil suara prosedural pada resolusi yang memintanya untuk mengeksekusi pencopotan presiden.
Melalui surat tersebut, Pence menegaskan kembali jika pemerintah ingin memastikan "transisi yang tertib" dan menggarisbawahi sekarang bukan waktunya untuk menggulingkan presiden dan membuat susana terpecah belah.
"Di tengah pandemi global, kesulitan ekonomi bagi jutaan orang Amerika, dan peristiwa tragis 6 Januari, kini saatnya kita berkumpul, sekaranglah waktunya untuk menyembuhkan," tulis Pence.
Dalam surat tersebut awalnya Pence memuji Pelosi dan Partai Demokrat karena menunjukkan "persatuan" dengan terus mensertifikasi hasil pemilu 2020 bahkan setelah kerusuhan di Capitol oleh pendukung Trump.
Namun setelah itu, Pence menuduh pembicara memainkan "permainan politik" dengan mencoba untuk menyingkirkan Donald Trump lebihi cepat.
Di sisi lain, bukan hanya kubu Partai Demokrat yang ingin Trump dicopot dari jabatannya sebelum presiden Joe Biden mengambil alih kursi kepresidenan pada 20 Januari.
Sejumlah tokoh Republik terkemuka telah mengumumkan mereka akan memilih untuk memakzulkan Trump ketika DPR mengambil suara itu pada hari Rabu. Para Republikan tersebut termasuk ketua konferensi House GOP Liz Cheney dari Wyoming dan anggota kongres Adam Kinzinger dari Illinois dan John Katko dari New York.
Baca Juga: Rachland Bandingkan RI dengan AS hingga Filipina yang Tak Wajibkan Vaksin
"Presiden Amerika Serikat memanggil gerombolan ini, mengumpulkan massa, dan menyalakan api ... Tidak pernah ada pengkhianatan yang lebih besar dari jabatannya oleh presiden Amerika Serikat dan sumpahnya pada konstitusi," kata Cheney dalam sebuah pernyataan.
Bahkan Partai Republik di Senat tampak siap untuk melawan Trump.
Pemimpin mayoritas senat Mitch McConnell diam-diam mengindikasikan bahwa dia yakin presiden melakukan pelanggaran yang tidak dapat dimaklumi, meskipun dia belum mengindikasikan apakah dia akan memilih untuk menghukum atau membebaskan presiden karena menghasut pemberontakan, New York Times telah melaporkan.
Ketua peradilan DPR Jerry Nadler pada hari Selasa mengajukan laporan 76 halaman materi yang mendukung resolusi pemakzulan Demokrat.
Tidak jelas kapan Senat akan berkumpul untuk mengadakan sidang pemakzulan. Untuk saat ini, dijadwalkan kembali pada 19 Januari, sehari sebelum pelantikan Biden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM