Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi banjir di Kalimantan Selatan Senin (18/01) siang, tepatnya di Desa Pekauman Ulu, Kab. Banjar.
Dalam kesempatan ini, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki insfrasturktur yang rusak dan menangani para pengungsi dengan baik.
“Saya hanya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi ada beberapa jembatan yang runtuh…Yang kedua hal yang berkaitan dengan evakuasi, saya meihat di lapangan tertangani dengan baik, dan yang ketiga yang berkaitan dengan logistik untuk pengungsi itu yang penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di dalam pengungsian,” ujar Jokowi.
Gempa Bumi di Majene
Jumat (15/01) dini hari gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat.
Sedikitnya 84 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini.
Selain itu, lebih dari 30 ribu warga dilaporkan mengungsi. Berbagai infrastruktur vital rusak diguncang gempa, termasuk kantor Gubernur Sulawesi Barat, yang berlokasi di Mamuju.
Jaringan komunikasi dan aliran listrik di wilayah terdampak gempa yakni di Kab. Majene dan Kab. Mamuju sempat terputus, namun kini telah berangsur normal.
Sebelumnya, dalam pernyataan tertulis yang diterima DW Indonesia, Koordinator Mitigasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebutkan, pada tahun 2021 ini Indonesia diprediksi “masih tetap aktif gempa.”
Baca Juga: BMKG Himbau Warga Mamuju dan Majene Hindari 3 Daerah Ini
Jika dirata-rata, peristiwa kegempaan di Indonesia dalam setahun bisa terjadi sebanyak 6.000 kali.
“Wajar karena sumber gempa di Tanah Air sangat banyak, yaitu 13 segmen megathrust dan lebih dari 295 segmen sesar aktif,” ungkap Daryono.
Ia mengimbau agar masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan gempa agar selalu waspada terhadap bahaya gempa bumi.
“Sebagai upaya mitigasi, membangun rumah tahan gempa di daerah rawan gempa adalah solusi utama dalam mengurangi bahaya dan risiko bencana gempa bumi,” kata Koordinator Mitigasi Gempa Bumi BMKG itu.
Gunung Semeru di Jawa Timur memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Sabtu (16/01) sore pekan lalu, yang meluncur sejauh lebih kurang 4 kilometer disertai guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Selasa (19/1), status Gunung Semeru masih level II atau “Waspada”.
Masyarakat atau wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 km dari kawah dan jarak 4 km arah bukaan kawah di sisi selatan-tenggara.
Warga juga diimbau agar mewaspadai awan panas guguran, lava pijar, dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berasal dari puncak Gunung Semeru.
Banjir dan longsor di Kota Manado
Banjir dan tanah longsor juga dilaporkan melanda Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada Sabtu (16/01).
Banjir dan tanah longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan tidak stabilnya struktur tanah.
Sedikitnya sembilan kecamatan terdampak banjir. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedikitnya 6 orang meninggal dunia.
Sebanyak 12 unit rumah mengalami rusak sedang hingga berat. Keesokan harinya, Minggu (17/01), gelombang pasang laut setinggi 4 meter menghantam Teluk Manado dan menyebabakan banjir rob di kawasan tersebut.
BMKG menyebut gelombang pasang terjadi karena faktor cuaca ekstrem. Beberapa hari terakhir, wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pun diimbau agar selalu waspada ancaman gelombang pasang air laut.
Tag
Berita Terkait
-
BMKG Himbau Warga Mamuju dan Majene Hindari 3 Daerah Ini
-
Viral Bocah Korban Banjir Makan Nasi Tanpa Lauk, Tangannya Jadi Sorotan
-
3 Orang Tertimbun Longsor di Lokasi yang Akan Dikunjungi Jokowi
-
Dua Anak Korban Longsor di Sumedang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
-
Jarang-jarang! Tengku Zul Terima Kasih ke Jokowi karena Musibah
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi