Suara.com - Setelah mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS), Joe Biden tiba dengan selamat di Gedung Putih yang dijaga oleh lebih dari 25.000 tentara, dan tanpa ratusan ribu penonton yang biasanya memadati ritual empat tahunan itu.
Tindakan pencegahan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu memastikan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris aman dari insiden dalam sebuah upacara pelantikan di luar gedung Kongres AS, Capitol, Rabu (20/1/2021) waktu setempat.
Dilansir dari Antara yang mengutip Reuters, dua minggu yang lalu massa menyerang gedung Capitol untuk mencegah Kongres menyatakan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris.
Namun upaya tersebut berujung pada kegagalan.
Setelah keluar dari Capitol dengan iring-iringan mobil yang lambat, Biden dengan cepat melanjutkan perjalanannya dan sampai di blok terakhir dari Departemen Keuangan ke Gedung Putih, tanpa diduga ia menyapa beberapa tamu yang diundang serta para jurnalis di sepanjang jalan.
"Hanya beberapa hari setelah massa yang melakukan huru-hara di Capitol dan mereka mengira bisa menggunakan kekerasan untuk membungkam keinginan rakyat, menghentikan kerja demokrasi kita, itu tidak terjadi. Itu tidak akan pernah terjadi. Tidak hari ini, tidak besok, tidak selamanya," kata Biden dalam pidato pengukuhannya di Capitol.
Beberapa kelompok ekstremis sayap kanan telah berjanji untuk mengganggu pelantikan Biden setelah serangan 6 Januari, tetapi hanya protes yang tersebar yang muncul pada hari Rabu.
Di luar Union Station, terminal kereta kota, pasukan Pengawal Nasional yang membawa senapan berdiri di belakang pagar berlapis kawat yang menutup Capitol Hill.
Sekelompok kecil pengunjuk rasa berdiri di luar batas keamanan. "Jika Joe Biden ingin membawa Amerika ke neraka, silakan saja!" salah satu pengunjuk rasa yang berteriak melalui pengeras suara.
Baca Juga: Hari Pertama Jadi Presiden, Biden Batalkan Sejumlah Kebijakan Trump
Di tempat lain di pusat kota, pengunjuk rasa Gordon Diehl mengatakan dia kecewa karena lebih banyak orang yang tidak keluar. "Berharap untuk melihat lebih banyak pendukung Trump setidaknya, terus berjuang atau semacamnya," kata penduduk Michigan.
"Saya merasa seperti satu ton beban terangkat dari bahu saya," kata Tiffany Wade, yang melakukan perjalanan bersama putri dan ibunya dari Alabama untuk menyaksikan pelantikan.
Sebelumnya pada Rabu pagi, Donald Trump, mengakhiri jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat dengan meninggalkan kediaman resminya, Gedung Putih di Washington DC, beberapa saat sebelum Joe Biden dilantik sebagai Presiden ke-46 AS.
Trump meninggalkan Gedung Putih sedikit lewat pukul 08.00 waktu setempat untuk terakhir kalinya dengan helikopter kepresidenan menuju Pangkalan Angkatan Udara Gabungan Andrews.
Trump memutus tradisi politik di AS selama lebih dari setengah abad dengan tidak menghadiri pelantikan Biden.
Tradisi tersebut dipandang sebagai cara untuk menegaskan peralihan kekuasaan secara damai dari presiden lama kepada presiden baru.
Berita Terkait
-
Hari Pertama Jadi Presiden, Biden Batalkan Sejumlah Kebijakan Trump
-
Video Lengkap Joe Biden Dilantik Sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat
-
Tangan di Atas Alkitab Pusaka, Biden Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden AS
-
Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS: Jalanan Kota Washington Sepi
-
Joe Biden Jadi Presiden Baru AS, Trump Tak Hadiri Pelantikan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029
-
Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin
-
Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Polisi Ungkap Pola Pelaku Tawuran di Jakarta: Saling Tantang di Medsos hingga Konsumsi Obat Keras
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?